Indonesia Total Beli 4 Fregate Merah Putih Baru dari PAL Indonesia

Indonesia Total Beli 4 Fregate Merah Putih Baru dari PAL Indonesia

Indonesia Total Beli 4 Fregate Merah Putih Baru dari PAL Indonesia, dengan kemampuan dan spesifikasi setara kapal Fregate kelas Arrowhead 140 Inggris.

Semula Indonesia hanya berencana untuk membeli sebanyak 2 unit kapal Fregate Merah Putih (FMP) dari PT PAL Indonesia, yang juga turut melibatkan industri pertahanan Inggris.

Namun seiring berjalannya waktu, pemerintah Indonesia dan Inggris mendorong lebih jauh kerjasama diantara kedua negara, terutama berkaitan dalam projek pembangunan kapal perang kelas KRI Balaputradewa (FMP), sehingga timbul kesepakatan baru untuk menambah pemesanan kapal Fregate Merah Putih dan membeli lagi lisensi sebanyak 2 unit dari Inggris.

Baca Juga: Indonesia Incar Rudal Anti-Kapal CM-302 Buatan China

Hal ini sebenarnya tidak begitu mengangetkan, sebab sedari awal adanya rencana produksi Fregate Merah Putih, Indonesia telah membuka opsi untuk melakukan penambahan jumlah pesanan, namun yang menganggetkan justru terkait waktu pengumuman pembelian batch 2 dari Fregate Merah Putih, yang bergerak lebih cepat.

Disamping itu, saat ini PT PAL Indonesia juga masih mengerjakan dua unit, kapal Fregate Merah Putih batch pertama, dengan satu dari dua unit, kini telah diluncurkan dari Galangan Kapal PT PAL Indonesia dan terlihat tengah menjalani fase “Out Fitting” dan akan dilanjutkan ke fase Pre-Commissioning, hingga pada akhirnya, kapal besar ini akan memasuki tahap uji coba laut, atau mudahnya disebut sebagai Sea Trial. Untuk memastikan seluruh sistem, teknologi, hingga perangkat pada kapal dapat bekerja optimal.

Dimana kapal yang sudah dirilis ini bernama KRI Balaputradewa, nomor lambung 322, yang merupakan kapal perang jenis Fregate Merah Putih pertama buatan galangan kapal Indonesia.

Terlepas dari itu, selain ukurannya yang jauh lebih besar, kapal perang jenis Fregate Merah Putih juga dibekali dengan sistem persenjataan yang sangat melimpah untuk seukuran kapal perang tipe Fregate.

Yang mana KRI Balaputradewa dikabarkan akan dilengkapi dengan sejumlah sistem peluncur rudal vertikal (VLS) model MIDLAS.

Dimana sistem VLS MIDLAS buatan Roketsan dari Turkiye ini, dapat mengakomodir dan membawa rudal anti kapal permukaan jenis ATMACA, rudal pertahanan udara jenis HISAR-D RF dan SIPER Block 1.

Serta kedepannya sistem VLS MIDLAS buatan Roketsan ini, direncanakan dapat membawa sistem rudal pemburu kapal selam buatan Turkiye.

Penambahan jumlah akuisisi kapal Fregate Merah Putih oleh Indonesia ini, bukan hanya sekedar perubahan angka, melainkan sinyal, jika Indonesia menaruh kepercayaan penuh terhadap desain, kemampuan tempur, dan potensi jangka panjang pada kapal Fregate Merah Putih buatan PAL Indonesia.

Dimana kita tau, beberapa dekade belakangan, Indonesia terlihat cukup sering melakukan pembelian ataupun produksi kapal perang secara lokal, dalam jumlah yang tidak jauh dari angka 2.

Sebagai contoh, ada akuisisi 2 unit kapal perang Jenis Thaon di Revel dari Italia, rencana akuisisi 2 unit Kapal Fregate kelas ISTIF dari Turki, dan yang paling baru ada akuisisi 2 unit kapal selam kelas Scorpene dari Prancis, yang akan dikerjakan oleh PT PAL Indonesia.

Jadi perubahan angka dalam hal ini dapat diartikan sebagai bentuk kepercayaan Indonesia terhadap lisensi kapal Fregate Merah Putih dari Inggris dan juga menaruh kepercayaan pada kemampuan galangan kapal Indonesia, dalam memproduksi platform kapal, beserta instalasi dan aktivasi sistem hingga perangkat di kapal Fregate Merah Putih, kelas KRI Balaputradewa.

Berdasarkan lisensi desain kapal Arrowhead 140 tipe Iver Huitfeldt Class.

Jika semua proses dapat terealisasi dengan optimal, maka nantinya kapal Fregate Merah Putih ini, bakal jadi Kapal Perang jenis Fregate kedua Indonesia, yang dioperasikan dalam jumlah besar oleh Indonesia, setelah kapal perang jenis Fregate kelas Kelas Ahmad Yani.

Meski begitu, Fregate Merah Putih bukanlah satu-satunya kelas kapal Perang modern Indonesia, yang tingkatkan dari segi jumlah.

Dimana Indonesia, kini juga tengah memproduksi Kapal perang jenis Offshore Patrol Vessel (OPV) ke-3 kelas KRI Raja Haji Fisabilillah, yang kini sedang memasuki fase produksi platform kapal, digalangan kapal Noahtu Shipyard.

Dan menurut rencana, kapal OPV kelas KRI Raja Haji Fisabilillah ini, rencananya akan diproduksi sebanyak 12 unit.

Selain itu Indonesia saat ini juga kembali ditawarkan oleh Italia, untuk mengakuisisi 2 unit lagi kapal Fregate kelas Thaon di Revel atau kelas BRAWIJAYA, namun kali ini infonya ditawarkan versi full kombat atau versi generasi selanjutnya.

Namun terlepas dari itu, yang jadi pertanyaan selanjutnya, ialah soal kapan kapal Fregate Merah Putih batch ke-2 akan memasuki fase produksi platform.

Mengingat ditahun 2026 ini, Indonesia baru mulai mengerjakan kapal selam jenis Scorpene Indonesia, sehingga sejumlah area produksi akan dipadati oleh komponen dan modul kapal selam Prancis.

Sedangkan untuk kebutuhan ekspor, Indonesia juga sedang dikejar target produksi dua kapal jenis Landing Platform Dock (LPD) pesanan Filipina, yang ditargetkan dikirim pada pada tahun 2026.

Kemudian ada satu unit, kapal Landing Platform Dock (LPD) ukuran 163 meter pesanan Uni Emirat Arab dan direncanakan dikirim pada tahun 2027.

Disisi lain ada Fregate Merah Putih ke-2 Indonesia yang juga masih menjalani fase produksi difasilitas produksi divisi kapal selam PT PAL Indonesia.

Dengan faktor-faktor tersebut, maka proses produksi dari kapal fregate merah putih ke 3 dan 4 Indonesia, dikabarkan harus menunggu kesiapan fasilitas PT PAL Indonesia terlebih dahulu, sampai waktu yang belum ditetapkan.

Baca Juga: Spesifikasi Drone KAMIKAZE AKM KI-50 Buatan Indonesia

Itu dia pembahasan tentang Indonesia Total Beli 4 Fregate Merah Putih Baru dari PAL Indonesia.

Kunjungi selalu lintaspikiran.com untuk melihat lebih banyak informasi terkait militer.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Scroll to Top