Mengenal Helikopter Tempur MI-35M Punya TNI AD

Mengenal Helikopter Tempur MI-35M Punya TNI AD

Mengenal Helikopter Tempur MI-35M Punya TNI AD, sekitar 2 unit terlihat sudah terparkir di bandara khusus militer, Rusia bolehkan TNI gunakan untuk di Papua.

Helikopter tempur, jenis MI-35M buatan Rusia, belum lama ini, terlihat mengudara menggunakan livery khas TNI Angkatan Darat.

Dimana saat ini Indonesia terkonfirmasi telah memperoleh sekitar 2 unit helikopter tempur jenis MI-35M, yang juga sering dijuluki sebagai “Tank Terbang”.

Yang mana julukan ini, merupakan cerminan dari tebalnya plat body yang digunakan pada arsitektur badan helikopter buatan Moskow satu ini, ditambah lagi, Helikopter tipe ini juga dibekali dengan perangkat dan teknologi tempur Setara Medium Tank.

Baca Juga: Mengenal Kapal USV Tipe 21 Meter Buatan TESCO Indomaritime

Sehingga tidak heran, jika Rusia juga sangat mengandalkan Helikopter jenis MI-35 series dikonflik Rusia – Ukraina, terutama untuk mendobrak garis depan pertahanan parimeter.


Disamping itu Indonesia sendiri sebenarnya juga sudah memiliki Helikopter Tempur dari keluarga MI-35, hanya saja versi yang dimiliki oleh TNI AD sebelumnya merupakan varian P, yang tergolong kurang fleksibel dengan Fitur Meriam laras ganda Statis kaliber 30mm tipe GSh-30K.

Sementara di seri M-nya memang terlihat menggunakan meriam laras ganda dengan kaliber sedikit lebih kecil dari Seri P.

Namun Meriam Laras ganda berkaliber 23mm tipe GSh-23V ini, dirancang lebih fleksibel, sehingga operator dapat melakukan serangan ter-arah, tanpa harus menyelaraskan terlebih dahulu posisi badan helikopter dengan target.

Dan untuk menyesuaikan kebutuhan negara pengguna, Rusia juga menyediakan opsi, penggunaan senapan mesin otomatis kaliber 12.7mm tipe YakB-12.7, dengan biaya amunisi lebih murah, dari amunisi kaliber 23 dan 30 mm.

Tidak sampai disana, MI-35 seri M juga telah dibekali dengan sistem Electro-Optic Modern, yang memungkinkan Helikopter berbadan besar ini dapat beroperasi penuh di Siang dan malam hari.

Teknologi Electro-Optic yang digunakan pada MI-35M juga tidak hanya sebatas pada kemampuan visual saja, melainkan ia juga dapat terintegrasi dengan Sistem Persenjataan pada helikopter, guna mempermudah operator mengunci target.


Selain itu sama seperti produk helikopter tempur dari keluarga MI-24 series lainnya, dimana untuk digenerasi MI-35M, ia juga tetap dibekali dengan dua saya Horizontal yang terpasang dikedua sisi badan helikopter.

Dimana kedua Sayap tersebut, dapat dipasangkan dengan berbagai sistem persenjataan, seperti Rudal Anti-Tank tipe 9K114 Shturm, roket udara ke darat, dan berbagai jenis amunisi pintar lainnya.

Berbeda dengan APACHE yang hanya difokuskan sebagai Helikopter Kombatan, sehingga hanya diawaki oleh operator penerbang.

Sedangkan MI-35M dirancang sekaligus untuk dapat memuat hingga 8 personil infantry dan juga dapat diperuntukan membawa logistik pendukung operasi.

Yang mana ini membuatnya dapat diandalkan untuk mendorong pergerakan militer dan menjaga rantai pasok logistik digaris depan operasi.


Secara ukuran, diatas kertas Helikopter MI-35M memiliki panjang keseluruhan capai 21,6 m, bentang sayap diangka 6,5 m, dan tinggi capai 6,5 m.

Serta dalam mode tempur, ia dapat terbang dengan berat lepas landas sekitar 12.000 kg, dengan 2.400 kg dalam bentuk muatan.

Dan untuk meningkatkan jangkauan operasional, helikopter MI-35M juga dapat menggotong tangki bahan bakar eksternal, yang dapat ditempatkan dikedua sisi sayap helikopter.

Selain itu, kedua sayap ini juga dapat mengakomodir Rudal anti-tank jenis 9М114 atau 9M120, 80 roket tanpa pemandu S-8, hingga roket tanpa pemandu tipe S-13.

Sedangkan untuk sistem perlindungan diri, Mi-35M dibekali dengan sistem peringatan modern, laser pengukur jarak dan pencari target, sistem peluncur chaff serta flare, hingga sistem inframerah (IR).


Untuk pendorongnya Helikopter MI-35M ini mengandalkan dua mesin tipe ТVЗ-117VMA untuk operasi ketinggian rendah dan medium, sedangkan untuk operasional diketinggian tinggi, Rusia menawarkan Helikopter tipe serupa, namun dengan mesin tipe VK-2500 yang dipercaya lebih handal untuk menjalankan operasi diketinggian ekstrim.

Meski demikian secara garis besar, dua mesin tersebut dapat menggerakkan Helikopter tipe MI-35M ini berjalan di kecepatan capai 305 km/jam dan mampu terbang sejauh 460 km sampai 1000 Km dengan muatan bahan bakar penuh.

Meski terdengar sangat canggih dan fleksibel, namun menurut sumber informasi terbuka, Helikopter buatan Rusia tipe MI-35M ini masih dihantui oleh biaya operasional yang tinggi dan dukungan pabrikan yang dikatakan rendah.

Sehingga BRASIL ditahun 2022, terpaksa menghentikan seluruh operasional dari MI-35M miliknya, dengan alasaan tingginya biaya operasional serta sulitnya menjaga kesiapan tempur unit.

Meski begitu, kekecewaan Brasil tidak bisa menutupi realitas angka penjualan MI-35M dipasar global.


Terlepas dari itu dengan masuknya nama MI-35M didalam data inventaris TNI Angkatan Darat, turut semakin meningkat daya gempur dari Indonesia, mengingat Negara ini masih membutuhkan lebih banyak helikopter serbu guna mendukung operasi kontra teroris dan anti-gerilya.

Serta diluar 2 unit Helikopter MI-35M terbaru, saat ini Indonesia baru mempunyai sebanyak 8 unit Helikopter serbu APACHE AH-64E, dan 5 unit Helikopter MI-35P yang menjadi tulang punggung helikopter serang TNI AD.

Disamping itu, kedua unit helikopter MI-35M milik Indonesia, kini dioperasikan oleh Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat, khususnya Skadron 31. Yang berlokasi di Pangkalan Udara Utama TNI AD Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah.

Baca Juga: Indonesia Berpotensi Beli Kapal Selam Kelas Barracuda Prancis

Itu dia pembahasan tentang Mengenal Helikopter Tempur MI-35M Punya TNI AD.

Kunjungi selalu lintaspikiran.com untuk melihat lebih banyak informasi seputar militer.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Scroll to Top