BNT-250 Bom Udara Ke Darat Baru Buatan Indonesia, telah menjalani ujicoba dan siap memasuki fase produksi massal didalam negeri.
PT Sari Bahari bersama PT Dahana dan Dislitbang AU, merilis beberapa konten di jejaring sosial medianya, yang menampilkan proses uji coba “berhulu ledak” dari Bom Udara ke Darat model BNT-250 standar NATO.
Dimana bom konvensional tersebut, dalam ujicoba kali ini, dibawa oleh pesawat tempur F-16 dari Group Tempur 3, Skadron Udara 3, Lanud Iswahjudi.
Dalam scenario ujicoba kali ini, Group Tempur 3, menjatuhkan bom jenis BNT-250 ke target di ketinggian sekitar 1.400 kaki hingga 10.000 kaki, secara bertahap.
Dalam video uji coba tersebut, terlihat jika bom BNT-250, sukses mengenai target dan meledak, sesaat setibanya menyentuh permukaan target.
Baca Juga: Mengenal Kapal Induk LPH 238 Buatan Indonesia
Uji coba tersebut, ternyata merupakan pengujian tahap akhir untuk mendapatkan sertifikat ujicoba dan Kelaikan dari Pusat Kelaikan, Keselamatan Terbang dan Kerja Angkatan Udara Indonesia.
Setelahnya, diharapkan bisa mendapatkan Sertifikat Kelaikan serta Sertifikat Design Approval dari Puslaik Kementerian Pertahanan Indonesia.
Dimana sertifikat-sertifikat ini, dikutip dari website resmi PT DAHANA merupakan salah satu persyaratan, agar bom udara ke permukaan BNT-250 tersebut, dapat memasuki fase produksi massal.
Selain itu Bom konvensional BNT-250 ini, juga dirancang untuk dapat menggantikan peran dari Bom jenis MK82, yang merupakan salah satu model bom udara ke permukaan yang paling sering digunakan oleh TNI Angkatan Udara.
Akan tetapi Bom model MK82 ini merupakan satu, dari beberapa model amunisi militer yang sering digunakan oleh Indonesia, namun statusnya masih Impor.
Sehingga diharapkan dengan adanya bom konvensional BNT-250 ini, dapat mengurangi ketergantungan impor dari bom udara ke permukaan jenis MK82.
Dan secara perlahan mulai beralih ke model amunisi buatan dalam negeri.
Sementara itu, secara spesifikasi Bom Udara ke Permukaan jenis BNT-250 ini memiliki diameter diangka 273 mm.
Dengan total panjang dimensi bom mencapai 2.165 mm dan memiliki berat berkisar 250 – 270 kg.
Jika dikutip dari website PT Sari Bahari, disana disebutkan jika Bom konvensional BNT-250 ini, Kompatibel digunakan oleh pesawat tempur standar NATO.
Dengan begitu, maka bom konvensional udara ke permukaan ini, besar kemungkinan tidak hanya dapat dibawa oleh F-16, melainkan dimasa yang akan datang, juga dapat digunakan oleh beragam model Pesawat tempur sayap tetap buatan negara-negara NATO dan pro Amerika Serikat.
Kedepannya, Indonesia juga akan mengoperasikan pesawat tempur sayap tetap baru seperti Rafale buatan Prancis, KF-21 Boromae dari Korea Selatan, dan KAAN dari Turkiye.
Disamping itu, Bom konvensional jenis BNT-250 ini juga ada kemungkinan dapat ditingkatkan ke versi yang lebih canggih lagi, dan bisa jadi dari program pengembangan BNT-250 tersebut, kedepannya akan melahirkan versi bom pintar terarah, berpresisi tinggi alias Smart Boomb.
Sementara itu untuk ditipe konvensional dari bom BNT-250 ini, besar kemungkinan kedepannya juga dapat dipasangkan dengan perangkat guidance kits, untuk meningkatkan akurasi serangan.
Sebagaimana diketahui, PT Sari Bahari sendiri juga punya produk guidance kits untuk produk dumb boomb atau bom konvensional.
Dimana guidance kits tersebut bernama B250ST, yang bekerja Dengan menggabungkan dua sistem navigasi yaitu:
- Global Navigation Satellite System
- dan, Inertial Navigation System.
Dengan begitu, maka kehadiran bom konvensional jenis BNT-250 ini, tidak hanya dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dari angkatan udara Indonesia.
Melainkan pabrikan Produsen juga dapat menjangkau pasar internasional yang lebih luas lagi.
Itu dia pembahasan soal soal BNT-250 Bom Udara Ke Darat Baru Buatan Indonesia.
Baca Juga: Indonesia Upgrade 3 Kapal Korvet Kelas Bung Tomo
Jelajahi informasi soal militer lainnya di lintaspikiran.com



