Indonesia Beli Fregate Kelas ISTIF dari Turkiye, ini dia calon kapal yang akan dibegal Indo dan gambaran teknis soal spesifikasinya.
Rencana Indonesia untuk mengakuisisi 2 unit kapal Fregate kelas ISTIF dari Turkiye, terus berjalan menuju kenyataan dan turut menggandeng perusahaan dari Qatar.
Menurut laporan terbuka, dari berbagai sumber, TAIS Shipyard dikabarkan mulai mempersiapkan kapal Fregate kelas ISTIF pesanan Indonesia.
Sebagaimana dikutip dari Defense Here dan Army Recognition, dalam rangkaian pameran pertahanan internasional DIMDEX 2026 di Doha pada tanggal 19 Januari 2026.
Barzan Holdings yang merupakan merupakan perusahaan investasi pertahanan Qatar, dikabarkan telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan galangan kapal TAIS, Turkiye.
Kerjasama ini kabarnya mencakup skema Akuisisi 2 unit kapal Fregate kelas ISTIF untuk Angkatan Laut Indonesia, dengan nilai kerjasama mencapai 1 miliar US Dollar atau sekitar Rp16.9 Triliun Rupiah.
Dengan begitu, Indonesia tidak harus menanggung sepenuhnya resiko program secara mandiri, termasuk soal pembiayaan.
Indonesia sendiri telah menunjukkan minatnya secara langsung pada kapal Fregate kelas ISTIF sejak tahun 2025 dan melahirkan penandatanganan MoU dengan TAIS Shipyard, senilai 1,1 miliar dollar AS.
Masuknya nama Fregate ISTIF kedalam jajaran rencana pembelian alutsista Laut Indonesia, merupakan bagian dari langkah bertahap Indonesia untuk memodernisasi jajaran Alustista laut miliknya.
serta juga meningkatkan dari segi kuantitas jumlah kapal perang modern Indonesia.
Baca Juga: Mengenal SKYKNIGHT Calon SISHANUD Baru Indonesia
Dimana dari segi kuantitas, jika dibandingkan dengan China, India dan Australia.
Jumlah kapal perang jenis Fregate Indonesia terbilang sangat sedikit. Yaitu berkisar 9 unit Kapal Fregate aktif, sudah termasuk 2 unit kapal kelas Thaon di Revel dari Italia.
Namun belum termasuk dengan, KRI BALAPUTRADEWA, yang kini masih dalam fase uji coba dan finishing digalangan kapal PT PAL Indonesia.
Sementara itu, jika dari segi kemampuan dan spesifikasi kapal.
Fregate kelas ISTIF ini lahir dari program modernisasi kapal perang Turkiye bernama project Milgem dan di Turkiye, kapal jenis ini dikenal sebagai Fregate kelas Istanbul.
Fregate kelas ISTIF sendiri dikembangkan dari basis kapal jenis Korvet anti-kapal selam kelas Ada, dengan ukuran yang telah dimodifikasi, menjadi lebih panjang, terutama dibagian lambung kapal.
Selain itu, Fregate kelas ISTIF juga dibekali dengan sistem persenjataan 2x lebih banyak dan canggih dari kapal korvet kelas Ada.
Dimana untuk sistem persenjataan, Fregate kelas ISTIF ini telah dilengkapi oleh sistem persenjataan MIDLAS, dengan 16 sel Peluncur rudal berbasis VLS dan memungkinkan kapal perang kelas ini dapat membawa rudal permukaan ke udara jenis SIPER Block 1 dan Rudal Hisar-D.
Diluar itu, kapal ini juga membawa sekitar 16 sel rudal anti kapal permukaan ATMACA.
Untuk misi Anti-Kapal selam, Fregate kelas ISTIF ini dibekali sistem sonar FERSAH 100N/MF untuk melacak target bawah laut.
Dengan media penghancurnya, menggunakan 2 sistem Peluncur tabung torpedo model ZIPKIN 100/D tipe 3 tabung terpasang di kapal Fregate kelas ISTIF.
Yang mana Sistem Peluncur Torpedo model tersebut, dapat mengakomodir Torpedo tipe MK-46 mod 5 dan Torpedo Orca dari Roketsan.
Tidak hanya itu, kapal ini juga dibekali dengan sistem:
- meriam otomatis kaliber 76 mm
- 2 × sistem RCWS Aselsan STOP 25 mm
- Dan 1 × sistem CIWS laras ganda, Aselsan GOKDENIZ 35 mm.
Sedangkan untuk sistem navigasi dan peperangan laut, kapal ini didukung oleh:
- Radar AESA CENK-S dari ASELSAN
- Radar Navigasi Maritim jenis ALPER-P LPI.
- Radar kontrol tembakan AKR-D Block 1 atau Block 2.
- Sistem peringatan Laser
- Sistem peperangan elektronik ASELSAN ARES.
- Sistem manajemen pertempuran, CMS ADVENT dari Havelsan.
- Hingga sistem anti Torpedo HIZIR.
Tidak sampai disana, kapal Fregate kelas ISTIF juga memiliki dek helikopter, yang dapat mengakomodir helikopter sekelas S-70 seahawk.
Sedangkan dari segi desain badan kapal, Fregate kelas ISTIF ini dirancang memiliki ukuran panjang badan kapal mencapai 113.2 meter, dengan sisi terlebarnya diangka 14.4 meter.
Dan untuk mendukung daya jelajahnya, kapal ini dibekali dengan sistem propulsi kombinasi diesel dan gas.
Dimana untuk mesin diesel, kapal ini Menggunakan mesin diesel jenis MTU 20V 4000 M93L dan satu mesin berbasis GAS Turbin tipe LM2500.
Dengan adanya ketiga mesin ini, membuat kapal Fregate seberat 3.200 ton tersebut, dapat beroperasi sejauh 10.600 kilometer, pada kecepatan jelajah 14 knot dan kecepatan maksimalnya diangka 29 knot.
Kemudian untuk mendukung pengoperasian kapal dan sistem kapal, Fregate kelas ISTIF ini dapat dioperasikan sekitar 123 personil terlatih, dan ia juga mampu beroperasi non-stop dilautan selama 15 hari, tanpa dukungan logistik dari eksternal.
Meski sejauh ini, TAIS Shipyard selaku produsen, belum menjabarkan secara detail ke publik soal Fregate kelas ISTIF milik Indonesia.
Namun dari beberapa media pemerhati Pertahanan dari Indonesia dan Turkiye, kompak menyebut, besar kemungkinan, jika Indonesia akan memperoleh Fregate kelas ISTIF, beridentitas TCG Izmir nomor lambung F-516 dan TCG Icel F-518.
yang kini tengah menjalani proses finishing serta dalam waktu dekat, dikabarkan juga akan memasuki fase uji coba laut.
Jika benar itu terjadi, maka tidak lama lagi, Fregate kelas ISTIF segera akan memperkuat Angkatan Laut Indonesia.
Itu dia pembahasan soal, Indonesia Beli Fregate Kelas ISTIF dari Turkiye.
Baca Juga: Mengenal Perjanjian Pertahanan Baru Indonesia dan Australia
Kunjungi selalu lintaspikiran.com untuk informasi seputar militer lainnya.



