Indonesia Upgrade 3 Kapal Korvet Kelas Bung Tomo

Indonesia Upgrade 3 Kapal Korvet Kelas Bung Tomo

Indonesia Upgrade 3 Kapal Korvet Kelas Bung Tomo, ini dia perubahannya, mulai dari sistem persenjataan, hingga peningkatan kemampuan dan usia pakai kapal.

Sejak tahun 2020, Indonesia dikabarkan tengah menjalankan Program peningkatan kemampuan tempur, terhadap 3 kapal militer tipe Korvet kelas KRI Bung Tomo.

Dimana ke-3 KRI yang akan terlibat dalam program ini, diantaranya:

• KRI Bung Tomo (357)

• KRI John Lie (358)

• KRI Usman Harun (359)

Program ini sendiri dibentuk dengan tujuan untuk peningkatan kemampuan kapal dan usia pakai kapal, yang mana ini sejalan dengan usia dari ke-3 KRI tersebut, yang tidak lagi muda.

Berkaca dari sejarah, Kapal Korvet kelas KRI Bung Tomo ini, awalnya merupakan kapal militer pesanan Brunei, yang diproduksi oleh BAE Systems Marine di tahun 1998 dan mengadopsi desain kapal korvet tipe F2000 Milik Inggris.

Namun, terjadi perbedaan sudut pandang antara pihak produsen kapal dengan pemerintah Brunei.

Dalam perselisihan ini, Brunei menganggap ke 3 kapal yang sedang diproduksi oleh BAE Systems Marine, telah gagal memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan oleh Angkatan Laut Brunei.

Perselisihan inipun berakhir, melalui keputusan arbitrase, dengan catatan yang mewajibkan pemerintah Brunei untuk mau menerima ke 3 kapal korvet yang telah diproduksi oleh BAE Systems tersebut.

Melihat keputusan yang merugikan pihaknya, turut mendorong Brunei untuk mencari pembeli baru dan dalam perjalanannya, pemerintah Brunei juga melibatkan galangan kapal Lürssen Jerman, untuk mencari pelanggan baru yang mau mengadopsi ke-3 kapal Korvet tipe F2000, yang semula merupakan pesanan Brunei.

hingga pada tahun 2013, Indonesia jadi negara yang membeli ke 3 kapal korvet tersebut.

dan ke 3 nya baru resmi berdinas diangkatan Laut Indonesia sejak tahun 2014.

serta kini, terhitung sejak kapal-kapal ini selesai diproduksi pada tahun 2001, maka usia dari ke 3 kapal korvet kelas KRI Bung Tomo tersebut, telah lebih dari 24 tahun.

Sehingga sangat wajar, apabila Indonesia melakukan update kemampuan tempur, fitur persenjataan, sistem komunikasi, hingga peningkatan usia pakai, terhadap ke 3 kapal tersebut.

Dalam menjalankan program ini, Indonesia melibatkan 2 perusahaan lokal dan 3 perusahaan dari Eropa.

Dimana beberapa perusahaan pertahanan yang diinformasikan terlibat dalam program ini, diantaranya:

– PT PAL Indonesia

– PT Len Industri

– MBDA

– Thales

– Nevesbu

Dalam program ini, PT Len Industri dan Thales dari Prancis, bekerja-sama untuk meningkatkan masa pakai, kinerja sistem, hingga turut mengganti teknologi lama yang tidak lagi sesuai dengan kebutuhan perang modern, dengan teknologi baru yang lebih canggih dike 3 korvet kelas Bung Tomo.

Baca Juga: Spesifikasi KF21 Boramae Block 2 Indonesia

Dimana dalam hal ini, PT Len Industri dan Thales akan memasang teknologi serta sistem baru. Diantaranya:

  • Pemasangan sistem: Combat Management System
  • radar pengawasan udara dan permukaan
  • radar kendali, dan sistem kontrol penembakan elektro-optik (eo)
  • instalasi sistem tactical multi-purpose R-ESM system.

Sementara PT PAL Indonesia dan MBDA, akan mengurus soal sistem persenjataan dari ke 3 Korvet kelas Bung Tomo tersebut.

Sedangkan Nevesbu, yang merupakan perusahaan desain pertahanan dari Belanda, lebih terfokus sebagai integrator dan melakukan rekayasa desain kapal untuk mengoptimalkan platform.

sederhananya Nevesbu ini akan berurusan pada desain badan dan struktur kapal, agar semua sistem dan perangkat baru dapat masuk kedalam badan kapal dan bekerja dengan optimal, serta semuanya dapat dilakukan dengan lebih efisien.

PT Len Industri dan Thales, akan terfokus pada instalasi:

  • Sistem manajemen tempur (CMS) TACTICOS.
  • radar pengawasan udara dan permukaan SMART-S Mk2
  • Radar STIR EO Mk2
  • Instalasi sistem kontrol tembakan, berbasis elektro-optik model baru.

Sementara untuk peningkatan pada sistem persenjataan, yang akan dikerjakan oleh PT PAL Indonesia dan MBDA. Meliputi instalasi:

  • Sistem rudal anti-kapal Exocet MM40 Block 3
  • Mengganti sistem peluncur rudal model Sea Wolf, dengan sistem VLS MICA.

Selain itu, dari ke 3 korvet kelas KRI Bung Tomo yang direncanakan menjalani program peningkatan ini, secara bertahap.

kabarnya KRI Usman Harun-359 kini telah memasuki proses penyelesaian digalangan Kapal PT PAL Surabaya.

Sementara, KRI Bung Tomo dengan nomor lambung 357 dan KRI John Lie-358 kabarnya akan menjalani fase modernisasi awal pada tahun 2025 lalu.

dan besar kemungkinan akan mengikuti pola modernisasi yang sama dengan KRI Usman Harun-359.

Meski begitu, jika melihat kondisi geopolitik kawasan yang tidak begitu stabil, turut akan memperlambat proses modernisasi dari kedua kapal ini, untuk menjaga rasio MEF Indonesia.

Itu dia informasi soal Indonesia Upgrade 3 Kapal Korvet Kelas Bung Tomo.

Baca Juga: PROFIL KRI BALAPUTRADEWA 322: Kapal Fregate Kelas FMP Pertama Indonesia

Kunjungi selalu lintaspikiran.com untuk melihat beragam informasi lainnya terkait militer.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Scroll to Top