Mengenal Shahpar II Calon Drone Tempur Baru Indonesia buatan Pakistan, berikut spesifikasi dan kemampuan tempur yang dimilikinya.
Beberapa bulan lalu, Indonesia dilaporkan juga tertarik pada drone militer buatan Pakistan.
Kabar tersebut muncul, bersamaan dengan rencana pembelian sejumlah pesawat tempur jenis JF-17 Thunder dari Pakistan.
Dan ditengah peluang akuisisi JF-17 Thunder yang terbuka lebar untuk Indonesia.
Turut pula meningkatkan persentase kemungkinan, adanya akuisisi drone militer dari Pakistan.
Dimana drone militer multiperan jenis Shahpar 2, menjadi kandidat yang paling sering disebut dalam berbagai pemberitaan soal rencana tersebut.
Shahpar 2 sendiri merupakan drone kombatan kelas MALE, yang dirancang oleh Global Industrial Defence Solutions (GIDS).
Sebagai drone militer dengan kemampuan pengintaian dan serangan udara ke permukaan.
Pakistan sendiri telah mengembangkan drone Shahpar 2 hingga ke versi Block 2B.
Dimana Shahpar 2 versi block 1 Difokuskan oleh Pakistan sebagai drone militer untuk misi pengintaian.
Dengan kemampuan operasional non-stop sekitar 14 jam di udara dan dapat beroperasi sejauh 300 Kilometer.
Sedangkan diversi Block 2A, drone ini lebih difokuskan sebagai drone kombatan, berdaya jangkau sekitar 1.500 km dan dapat terbang secara non-stop hingga 20 jam diudara.
Serta ia juga dibekali dengan 2 hardpoint weapon, untuk membawa rudal dan bom udara ke darat.
Sementara di Shahpar 2 versi Block 2B.
Ia dilengkapi dengan 4 cantelan sistem peluncur rudal dan bom udara ke darat dan dapat membawa:
1. Rudal jenis Burq
2. Amunisi pintar MAM-L dan MAM-C
3. hingga bom luncur berpemandu laser.
Sedangkan untuk karakteristik dan spesifikasi platform drone.
Shahpar 2 block 2A dan block 2B, memiliki spesifikasi yang hampir sama.
Dimana keduanya memiliki jangkauan operasional hingga 1.500 km.
dan dalam mode bertempur, yaitu drone menggotong sistem rudal atau bom udara ke permukaan.
Drone Shahpar 2 Block 2 ini, hanya dapat terbang selama 14 jam saja.
Sedangkan jika ia terbang dalam mode pengintaian dan tidak membawa sistem rudal serta bom udara ke permukaan.
Maka jam terbang dari drone Shahpar 2 block 2 ini mengalami peningkatan, hingga ia dapat terbang lebih dari 20 jam diudara secara non-stop.
Dan untuk sistem pelacakan target permukaan, drone militer ini memiliki kubah multisensor.
yang diberi nama, Zumr 2 Electro-Optical Independent.
Dimana sistem ini dapat membantu sistem drone Shahpar 2 untuk mendeteksi target permukaan dan menguncinya.
Dalam demonstrasi beberapa waktu lalu, drone tersebut berhasil mengunci target permukaan dalam kondisi bergerak dan diam.
Dari ketinggian 14.000 kaki.
Dan objek berhasil dilumpuhkan menggunakan rudal udara ke permukaan jenis Burq buatan lokal Pakistan.
Baca Juga: Alasan Kapal Induk Tidak Bisa Dimiliki Semua Negara
Rudal Burq sendiri merupakan rudal udara ke darat kelas ringan, dengan bobot sekitar 45 sampai 50 kilogram.
Yang memang dirancang sebagai rudal untuk drone militer kombatan.
Rudal ini dapat menjangkau target permukaan sejauh 8 Kilometer.
Dan dapat ditembakkan dari udara pada ketinggian maksimal mencapai 16.000 kaki.
Dengan penggunaan sistem laser berpemandu, membuat rudal Burq memiliki akurasi serangan hingga 90% dari titik penargetan.
Selain digunakan oleh drone Shahpar 2, rudal tersebut juga dapat dipasangkan ke platform drone jenis:
- Bayraktar TB3
- Bayraktar Akinci
- Drone Shahpar 3
- Dan drone jenis NESCOM Burraq.
Secara ukuran, drone militer jenis Shahpar 2 ini, memiliki ukuran platform yang tidak jauh berbeda dengan drone Rainbow CH-3 buatan China.
Dimana Shahpar 2, memiliki panjang badan drone diangka sekitar 8 meter, dengan lebar bentang sayap mencapai 9,5 meter.
Dan iya dapat membawa muatan internal seberat 53 kg serta muatan eksternal sekitar 190 kg.
Dan berkat penggunaan mesin model pusher, membuat drone ini memiliki kemampuan terbang yang cukup mengesankan.
Dimana Shahpar 2 dapat terbang dengan kecepatan maksimal diangka 200 kilometer perjam dan terbang hingga di ketinggian 7.010 meter atau sekitar 23.000 kaki diatas permukaan tanah.
Selain itu, drone Shahpar 2 juga dibekali dengan fitur Canard.
Yang dapat meningkatkan fleksibilitas operasional dan kemampuan manuver drone di udara.
Indonesia sendiri sejauh ini belum menyebut, berapa jumlah unit drone Shahpar 2 yang akan diakuisisinya dari Pakistan.
Sebab menurut beberapa sumber, pembahasan soal akusisi drone militer buatan Pakistan masih ditahap awal.
Dan pembahasan kedua negara, lebih terfokus pada persoalan akusisi jet tempur JF-17 Thunder Block 3 buatan Pakistan.
Meski drone kombatan jenis Shahpar 2 ialah salah satu kandidat kuat dari rencana akuisisi terbaru.
Namun tidak menutup kemungkinan akan potensi akuisisi drone jenis Shahpar 3 yang lebih canggih, modern dan berukuran lebih besar dari drone jenis Shahpar 2.
Itu dia informasi soal Mengenal Shahpar II Calon Drone Tempur Baru Indonesia.
Baca Juga: Spesifikasi Kapal Patroli Baru BAKAMLA Indonesia
Kunjungi selalu lintaspikiran.com untuk melihat informasi soal militer lainnya.



