Spesifikasi KF21 Boramae Block 2 Indonesia

Spesifikasi KF21 Boramae Block 2 Indonesia

Spesifikasi KF21 Boramae Block 2 Indonesia, lebih canggih dari versi Block 1 Korea Selatan, Indo beli 16 unit.

Rencana akuisisi Indonesia terhadap pesawat tempur KF-21 Boramae dari Korea Selatan telah memasuki babak baru.

Dimana dari beberapa sumber, menyebut jika Indonesia sedang berencana untuk langsung mengakuisisi sejumlah pesawat tempur KF-21 Boramae versi Block 2.

Dimana KF-21 Boramae versi Block 2 sendiri, secara spesifikasi dirancang sebagai pesawat tempur multi-peran penuh dan dapat membawa lebih banyak model persenjataan.

Sementara di versi block 1, KF-21 Boromae lebih dirancang sebagai pesawat tempur untuk misi superioritas udara.

Sehingga dari segi sistem persenjataan, pesawat tempur ini akan terfokus untuk membawa dan mengoperasikan beragam sistem persenjataan untuk misi air to air.

Keputusan Indonesia ini jika dibaca dari sudut pandang pertahanan wilayah, jadi terlihat logis dan efisien.

Dimana pesawat tempur multi-peran penuh, dirancang untuk dapat menjalankan berbagai misi, meliputi operasi pertempuran udara ke udara, dan misi Serangan Udara Ke Permukaan.

Dalam situasi pertempuran nyata, kondisi dilapangan sering kali tidak bisa diprediksi dengan akurat dan mengekspos banyak alat militer ke garis depan dapat jadi sasaran strategis bagi drone, rudal, hingga sistem artileri musuh.

Sehingga mengerah satu model pesawat tempur yang dapat memainkan banyak peran adalah cara terbaik untuk mencegah lebih banyak pesawat tempur yang rusak dan hancur. Akibat respon balasan dari garis depan.

Dibalik rusaknya satu pesawat tempur, negara tidak hanya rugi dari segi uang, melainkan juga soal waktu.

Yang mana pesawat tempur tergolong sebagai alat militer yang kompleks dan memakan waktu produksi bertahun-tahun.

Ditambah lagi, negara produsen pesawat tidak bisa asal menjual pesawat tempur ke negara yang sedang berkonflik, dimana setiap pengiriman senjata ke negara yang tengah berkonflik dapat dianggap sebagai bentuk dukungan dan berpotensi memperluas konflik.

Selain itu biaya operasional dari pesawat tempur juga tergolong mahal, dimana untuk satu unit pesawat tempur sekelas Su-27 dan Su-30.

biaya operasional per jam nya ditaksir sekitar USD $7.000 atau sekitar Rp 117.9 juta Rupiah.

Dengan begitu, maka akan jauh lebih hemat, jika negara hanya mengerahkan satu jenis pesawat saja dengan kemampuan multi-mission untuk menekan ancaman.

Disamping itu, KF-21 Boromae diversi Block 2 juga dikabarkan menawarkan sistem avionik yang lebih canggih, melalui peningkatan pada sistem radar AESA dan sistem perangkat peperangan elektronik.

Jejak penampang radar (RCS) dari KF-21 Boromae diversi Block 2 ini juga kabarnya akan semakin mengecil, sehingga dapat menyulitkan sistem radar permukaan lawan untuk dapat mencari posisi dari KF-21 Boramae Block 2 secara akurat.

Baca Juga: PROFIL KRI BALAPUTRADEWA 322: Kapal Fregate Kelas FMP Pertama Indonesia

dan karena hal ini, maka diversi Blok 2-nya, KF-21 Boramae diklaim tergolong sebagai pesawat tempur generasi ke 4.5+

Sementara itu untuk mendukung tugasnya sebagai pesawat tempur multiperan penuh, maka di KF-21 Boramae Block 2 ini, ia juga dapat menggotong lebih banyak model sistem persenjataan. Mulai dari rudal udara ke udara jenis:

  • MBDA Meteor
  • Rudal AIM-120
  • Rudal IRIS-T
  • Hingga rudal udara ke udara AIM-9X Sidewinder.

Sedangkan untuk rudal udara ke permukaan, ada rudal:

  • Taurus KEPD 350
  • dan Rudal AGM-65

Sementara untuk misi anti kapal, KF-21 Boramae ini dapat membawa Rudal anti-kapal:

  • AGM-84 Harpoon
  • dan Rudal Taurus KEPD 350

Untuk misi penghancuran objek militer bernilai tinggi, KF-21 Boramae Block 2 ini dapat menggotong:

  • Bom udara ke permukaan Mk.80 Series.
  • Bom GBU-39
  • Bom CBU-105 WCMD
  • Bom berpemandu jenis JDAM
  • GBU-54/56 LJDAM
  • GBU-12 LGB
  • Hingga bom berpemandu KGGB

Selain itu KF-21 juga dipersenjatai dengan cannon gatling M61 20 milimeter dengan kemampuan menembakkan peluru hingga 100 peluru per detik.

Disamping itu Pengembangan dari KF-21 Boramae Block 2 sendiri, dikabarkan mengalami percepatan satu setengah tahun dari rencana awal.

Dimana KF-21 Boramae Block 2 semula dijadwalkan mulai dikembangkan oleh Korea Selatan pada akhir tahun 2028.

Kemudian jadwal pengembangan dari KF-21 Boramae Block 2 dimajukan menjadi Awal Tahun 2027.

Hal ini karena selama fase pengujian, uji coba penerbangan, hingga uji coba penembakkan sistem persenjataan dari KF-21 Boramae tidak mengalami hambatan yang begitu signifikan.

KF-21 Boramae sendiri merupakan pesawat tempur generasi 4.5 yang dikembangkan bersama oleh Korea Selatan dan Indonesia.

Dengan skema pendanaan awal, ditanggung oleh Korea Selatan sebanyak 60%, Indonesia 20%, dan 20% nya lagi akan dibebankan kepada Korean Aerospace Industry.

Namun polemik dalam pengembangan KF-21 Boramae dan adanya tekanan dari Amerika, yang disatu sisi dapat merugikan Indonesia.

Maka Indonesia memotong biaya komitmennya pada projek KF-21 Boramae dari 1,6 triliun won menjadi 600 miliar won.

Perubahan angka ini, kabarnya telah disepakati oleh kedua negara, sebagaimana pernyataan DAPA pada Reuters.

Sejauh ini, Korea Selatan dikabarkan telah memproduksi sebanyak 6 unit prototype pesawat tempur KF-21 Boramae.

Dan penerbang angkatan udara Indonesia, diberitakan juga telah melakukan uji terbang dan membawa pesawat tempur KF-21 Boramae mengudara.

Menurut Dinas Penerangan Angkatan Udara Indonesia, menyebut jika secara ukuran KF-21 Boramae ini lebih besar dari pesawat tempur generasi ke-5 Amerika yaitu F-35.

Dimana KF-21 Boramae memiliki panjang pesawat diangka 16.7 meter dan lebar sayap diangka 10.8 meter.

Serta untuk beratnya sendiri, KF-21 ini memiliki berat minimum pesawat sekitar 7.7 ton, dengan berat maksimalnya ada diangka 25 ton.

Sedangkan untuk pendorongnya, jet tempur ini, ditenagai oleh mesin General Electric F414.

Model mesin yang sama seperti yang digunakan juga pada pesawat tempur F/A-18 Super Hornet versi E dan F produksi Boeing.

Mesin model ini diproyeksikan dapat membawa Pesawat Tempur KF-21 melaju dikecepatan maksimalnya mencapai Mach 2.

Dikutip dari Janes, Saat ini Indonesia diberitakan tengah membahas soal rencana akuisisi sebanyak 16 unit KF-21 Boramae block 2 dari Korea Selatan.

Namun sampai saat ini belum ada rincian detail soal rencana tersebut, termasuk soal apakah pembelian 16 unit KF-21 Boramae block 2 ini merupakan bentuk kalibrasi ulang dari rencana akusisi sebelumnya.

Atau mungkin rencana untuk mengakuisisi 16 unit KF-21 Boramae block 2 tersebut, diluar dari angka rencana pembelian sebelumnya.

Itu dia informasi soal Spesifikasi KF21 Boramae Block 2 Indonesia.

Baca Juga: 5 Negara Di Asia Pemilik Kapal Induk

Kunjungi selalu lintaspikiran.com untuk melihat beragam informasi lainnya seputar militer.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Scroll to Top