USV Arrow 600 Drone Laut Berteknologi Rudal dan Torpedo Indonesia, berikut spesifikasi dan kemampuan tempurnya.
USV Arrow 600 adalah alat militer terkategori sebagai Unmanned Surface Vehicle yang tengah dikembangkan oleh PT Lundin Industry Invest, bersama perusahaan teknologi dan pertahanan dari Swedia.
Dari tampilan luar USV satu ini terkesan seperti kendaraan permukaan tak berawak untuk misi pengintaian maritim, Intelegent, dan Kamikaze.
Namun pendapat itu berubah, setelah Kendaraan permukaan tak berawak, USV Arrow 600, membuka akses ruang senjata internal miliknya dan memperlihatkan sejumlah tabung sistem peluncur rudal anti kapal.
Meski begitu pendapat sebelumnya yang menyebut USV ini untuk misi pengintaian maritim, Intelegent, dan Kamikaze juga tidak sepenuhnya salah.
Baca Juga: Mengenal Sistem Rudal Balistik BORA Milik Indonesia
Dimana sebelum meluncurkan versi dengan sistem peluncur rudal dan torpedo, USV Arrow 600 dikembangkan sebagai kendaraan permukaan tak berawak, alias otonom, dengan teknologi kendali jarak jauh, yang semula dikembangkan untuk misi pengintaian, patroli maritim, dan kargo untuk membawa logistik militer.
Namun dengan semakin kompleksnya operasi militer suatu negara, turut mendorong industri pertahanan dalam negeri, untuk terus berinovasi dan beradaptasi, dengan berbagai skenario pertempuran modern berbiaya murah.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, USV Arrow 600 dihadirkan oleh PT Lundin Industry Invest, dengan mengusung konsep multiplatform-modular.
Sehingga dari platform USV Arrow 600 ini, dapat melahirkan beragam varian Kendaraan permukaan tak berawak untuk mendukung operasi militer indonesia.
Dimana sejauh ini PT Lundin Industry Invest, telah memperkenalkan beberapa varian Kendaraan permukaan tak berawak, yang dibangun dari basis platform USV Arrow 600. Meliputi:
- USV Arrow 600 Missile and Strike Carrier
- USV Arrow 600 Kamikaze
- USV Arrow 600 ISR
- hingga USV Arrow 600 versi logistik.
Dan USV Arrow 600 ini juga merupakan hasil pengembangan bersama antara PT Lundin Industry Invest dari Indonesia dengan perusahaan asal Swedia seperti Frost Unmanned dan ATGEIR Autonomous Systems.
perusahaan-perusahaan tersebut, bekerjasama untuk menghadirkan Kendaraan permukaan tak berawak berbiaya rendah, yang juga didukung oleh fitur dan teknologi modern.
Dalam pengembangan platform kapal, USV Arrow 600 ini dirancang agar sulit terdeteksi oleh sistem radar dan sensor kapal musuh, untuk mendorong kemampuan tersebut, maka diplatform USV Arrow 600 ini memiliki sedikit saja Sudut pantulan radar.
Sehingga pada saat USV ini terkena oleh gelombang elektromagnetik dari sistem pelacakan kapal musuh, maka sinyal yang ditembakan, tidak kembali dengan sempurna ke sistem radar musuh dan ini merupakan salah satu cara agar USV Arrow 600, sulit terdeteksi oleh sistem radar, sehingga keberadaannya sulit terbaca.
Selain itu, USV Arrow 600 juga memiliki ukuran badan kapal yang relatif minimalis, dengan dimensi panjang badan kapal ada diangka 6 meter, lebar 1.2 meter, dan memiliki draf sekitar 35 cm. Serta platform USV Arrow 600 ini memiliki berat capai 500 kg.
Sementara untuk mendukung kemampuan operasionalnya, Kendaraan permukaan tak berawak ini memiliki tangki bahan bakar berkapasitas 300 liter, dengan jangkauan Operasional sejauh 200 mil laut atau sekitar 370 kilometer.
USV ini juga dapat membawa muatan, dengan total berat muatan sekitar 250 Kg dan ia juga dapat beroperasi dikecepatan jelajah sekitar 15 knot dan kecepatan maksimum, capai 35 knot.
Dalam mode tempur, USV Arrow 600 dibekali kemampuan untuk dapat melakukan instalasi pemasangan ranjau laut, adapun varian USV Arrow 600, yang dapat membawa torpedo anti kapal kelas ringan.
Sedangkan untuk USV Arrow 600 varian Missile Carrier, ia dapat membawa rudal multi-peran kelas ringan, seperti:
- Rudal jenis Thales LMM
- BGM-176B
- dan rudal jenis Naval Spike ER2
Namun sejauh ini, belum ada gambaran resmi yang dikeluarkan oleh pihak produsen, soal jenis rudal yang dipastikan akan digunakan oleh USV Arrow 600 varian missile Carrier.
Sementara dalam konfigurasi sebagai one way attack atau USV Arrow 600 varian KAMIKAZE.
Kendaraan permukaan tak berawak ini, akan disetting untuk dapat membawa seberat 200 kilogram bahan peledak dan meledakkan diri, sesaat setelah mendekati atau mengenai target.
Menurut laporan dari berbagai sumber, menyebut jika pada tahun 2025, sudah ada satu unit prototipe dari USV Arrow 600 yang sedang menjalani proses pengujian di Swedia dan setelah tahapan pengujian selesai, USV Arrow 600 akan segera dikirim ke Indonesia, untuk menjalani pengujian lanjutan diwilayah perairan nasional Indonesia.
Itu dia pembahasan tentang USV Arrow 600 Drone Laut Berteknologi Rudal dan Torpedo Indonesia.
Baca Juga: Spesifikasi Calon Kapal Selam Kelas DGK Indonesia
Kunjungi selalu lintaspikiran.com untuk melihat beragam informasi seputar kecanggihan alat militer.



