Mengenal Tank Medium CFL-120 Varian Baru Dari Tank HARIMAU, ini perbandingan kekuatan dan kecanggihannya.
Disalah satu pameran pertahanan bergengsi di Eropa, Turkiye yang merupakan mitra utama Indonesia dalam pengembangan Tank Medium HARIMAU, secara resmi menampilkan Tank Medium tipe CFL-120 Karpat, yang dikembangkan dari basis platform Tank Medium HARIMAU/KAPLAN.
Dimana Tank medium dengan kanon 120 mm ini, pertama kali diperkenalkan ke publik oleh Turkiye, pada pameran pertahanan IDEB 2026 di Bratislava dan meski tidak membawa identitas KAPLAN pada penamaanya, namun Tank Tempur satu ini, tetap tergolong sebagai bagian dari keluarga produk TANK MEDIUM KAPLAN dan HARIMAU yang digagas oleh Indonesia dan Turkiye.
Baca Juga: Bedah Fitur Baru di Kapal Korvet Kelas Diponegoro Indonesia
Yang mana sejauh ini, kedua negara terus melakukan pengembangan bersama terhadap platform Tank Medium KAPLAN dan HARIMAU, serta telah sukses melahirkan beragam varian baru.
Dimana pada tahun 2024, PT PINDAD dari Indonesia, telah memperkenalkan Tank Medium HARIMAU Varian Armored Personnel Carrier (APC) – dengan bobot sekitar 30 ton.
Kemudian pada tahun 2025, FNSS Turkiye merilis ke publik tampilan dari Tank Medium Kaplan varian Fire Support and Reconnaissance Vehicle atau FSRV, yang dikembangkan sebagai unit Tank Multiperan berkemampuan ISTAR.
Sejauh ini Indonesia telah mengakuisisi 2 varian Tank Medium HARIMAU untuk memperkuat TNI Angkatan Darat, yang diantaranya ada Tank Medium HARIMAU dengan kanon tipe Cockerill 105 mm dan Armored Personnel Carrier HARIMAU.
Sementara itu, Turkiye sejauh ini diketahui belum mengoperasikan platform KAPLAN MT sebagai Tank Medium, akan tetapi ia telah menerima sejumlah unit Tank Multiperan KAPLAN FSRV.
CFL-120 Karpat dengan kanon smoothbore 120 mm, telah membawa keluarga Tank Medium HARIMAU dan KAPLAN berada pada tingkatan yang berbeda.
Dimana kanon 120 mm, umumnya dikenakan pada Main Battle Tank (MBT) sekelas Tank Leopard 2, M1 Abrams, K2 Black Panther, hingga Tank Merkava Mark 4.
Penggunaan Kanon 120mm pada platform Tank Medium KAPLAN, bukan sekedar untuk unjuk kekuatan dan fleksibilitas platform saja,
Melainkan ini cara Turkiye agar Tank Medium Yang dikembangkan bersama dengan Indonesia tersebut, bisa memasuki pasar Tank Tempur Eropa.
Dimana sejauh ini, banyak negara Eropa masih mempercayai, jika Tank tipe Medium tidak cocok dengan doktrin militer negara-negara Eropa.
Tapi apa jadinya jika Tank Medium, distandarisasi dengan kemampuan tempur selayaknya Tank Kelas Berat, dan ini merupakan konsep yang sedang dikembangkan oleh Turkiye, melalui Tank Medium CFL-120 Karpat.
Perbedaan paling mencolok antara Medium Tank HARIMAU, dengan Tank Medium CFL-120 Karpat, terletak pada sistem Turret yang digunakannya.
Dimana pada Tank Medium Harimau, menggunakan sistem kanon Cockerill kaliber 105mm. Yang dapat menembakkan amunisi APFSDS, yang dapat melubangi armor RHA setebal 560mm, pada jarak 2.000 meter.
Sedangkan pada Tank Medium CFL-120 Karpat, ia dipersenjatai dengan sistem kanon 120mm buatan Leonardo jenis HITFACT MK II, yang juga dapat menembakkan amunisi APFSDS dan mampu menembus armor RHA setebal 600mm pada jarak 3.000 meter.
Lebih lanjut, setelah membaca data teknis dari kedua sistem turret tersebut, dapat disimpulkan, jika Tank Medium CFL-120 Karpat, dengan sistem kanon smoothbore 120mm ini, berada pada segmen pasar yang berbeda, dengan Tank Medium HARIMAU.
Sebab keduanya memiliki karakateristik dan konsep bertempur yang berbeda.
Dimana dengan sistem kanon Cockerill seri 3000 kaliber 105mm, memungkinkan Tank Tempur HARIMAU ini mempunyai sudut Elevasi menembak lebih dari +42° dan -10°.
Ini sangat berguna, untuk menghadapi skema operasi pertempuran di daerah perbukitan, pegunungan, dan perkotaan.
Sedangkan CFL-120 Karpat, dengan sistem kanon kaliber besarnya, lebih diproyeksikan sebagai Tank Tempur Medium Pemburu, yang mampu berduel dengan Main Battle Tank pada jarak tembak dinamis.
Meski begitu, sistem turret ini memiliki sudut Elevasi menembak jauh lebih kecil dari Tank Medium Harimau, yaitu sekitar -7° dan +16°. yang mana ini membuat Tank Tempur tersebut, lebih cocok beroperasi di daerah dataran rendah dan dataran yang relatif datar.
Sedangkan dari segi teknologi modern, kedua Tank Medium ini menawarkan gaya bertempur yang berbeda.
Dimana Teknologi yang ada pada Tank Medium HARIMAU, lebih difokuskan pada kecepatan akuisisi target, membaca arah dan pola serangan, serta memaksimalkan sistem perlindungan diri, guna menghidarkan platform terkena serangan pada jarak dekat maupun medium.
Konsep bertempur ini dapat dibuktikan, dengan adanya penggunaan teknologi laser warning system, acoustic gunshot detector, sistem APS atau Active Protection System, dan tertanam-nya banyak sensor serta kamera multimode diberbagai sisi pada Tank Medium HARIMAU.
Sebaliknya, CFL-120 Karpat dengan sistem kanon kaliber besar dan memiliki jangkauan tembak lebih jauh, membuatnya lebih di fokuskan sebagai unit pemburu jarak jauh, serta dibekali juga dengan kemampuan untuk mempetakan pola rencana serangan.
Menggunakan teknologi sistem laser pengukur jarak tembakan, sistem pengamatan termal, dan sistem hunter-killer, yang memungkinkan komandan tank untuk mengidentifikasi serta menetapkan target berikutnya, tanpa mengganggu pola serangan ke target yang ada.
Selain itu TURKIYE juga menyediakan opsi RCWS pada tank CFL-120 Karpat sebagai secondary armament, guna melindungi diri dari serangan drone dan serangan jarak dekat.
Sedangkan kekurangan pada Tank Medium HARIMAU, jika dibandingkan dengan Tank Medium CFL-120 Karpat, tentu terletak pada daya gempurnya.
Disamping itu menurut laporan uji tembak, yang kami kumpulkan dari berbagai sumber, menyebut, jika Tank Medium HARIMAU telah menjalani uji coba tembak menggunakan amunisi berdaya ledak tinggi, pada jarak tembak sasaran sejauh 1,2 km dan 2.5 Km. Serta secara keseluruhan, Tank tempur ini dapat menjangkau target sejauh 5 Km, tergantung pada tipe amunisi yang dibawa dalam operasi.
Sejalan dengan itu, Turret Cockerill seri 3000 yang dikenakan oleh Tank Medium Harimau, dapat diintegrasikan dengan sistem peluncur roket dan senapan mesin kaliber 7.62mm, yang dapat meningkatkan daya gempurnya digaris depan operasi.
Dengan demikian dapat disimpulkan, jika kehadiran Tank Medium CFL-120 Karpat ke pasar ekspor, tidak bertujuan untuk melemahkan atau menjadi pesaing baru dari Tank Medium HARIMAU Indonesia.
Jadi sederhananya, kalau negara kamu butuh Tank Medium dengan kemampuan Main Battle Tank, untuk dioperasikan sebagai unit pemburu kendaraan lapis baja, maka CFL-120 Karpat adalah pilihan yang tepat.
Akan tetapi, jika kamu mencari Tank Medium dengan kemampuan multiperan berteknologi tinggi, dan dapat dioperasikan didaerah perbukitan, pegunungnan, hingga perkotaan, maka Tank Medium HARIMAU adalah pilihan terbaik.
Disamping itu sejauh ini CFL-120 Karpat masih ditahap perkenalan produk dan belum memiliki calon pembeli pertama, lantas apakah Indonesia akan tertarik pada Varian ini? sebagai unit anti-tank.
Mengingat Indonesia memiliki Rencana Produksi hingga 400 unit Tank Medium HARIMAU.
Itu dia pembahasan tentang Mengenal Tank Medium CFL-120 Varian Baru Dari Tank HARIMAU.
Baca Juga: Bedah Fitur Baru di Kapal Korvet Kelas Diponegoro Indonesia
Kunjungi selalu lintaspikiran.com untuk melihat lebih banyak informasi terkait industri dan kecanggihan alutsista.



