Melihat Deretan Rudal Canggih Punya RAFALE Indonesia

Melihat Deretan Rudal Canggih Punya RAFALE Indonesia

Melihat Deretan Rudal Canggih Punya RAFALE Indonesia, ada yang sudah dipersiapkan untuk diproduksi didalam negeri.

Dalam acara Penyerahan alutsista udara baru, kepada TNI beberapa bulan lalu, telah menandai pengukuhan sejumlah alutsista baru menjadi bagian dari kekuatan udara strategis Indonesia.

Baca Juga: Analisa Spesifikasi Kapal LPD Ukuran 163 Meter Buatan Indonesia

Dimana pada acara tersebut, Indonesia secara simbolis menyerahkan sebanyak 6 unit pesawat tempur jenis RAFALE F4, 4 unit pesawat khusus jenis Falcon 8X, dan 1 unit pesawat multiperan jenis AIRBUS A400M ATLAS MRTT kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Selain unit pesawat baru, dalam acara tersebut terlihat juga ada sistem radar GCI terbaru dan sejumlah amunisi udara canggih yang akan dioperasikan oleh pesawat tempur RAFALE punya Indonesia.

Dan mari kita bahas sistem rudal canggih yang digunakan oleh Jet Tempur RAFALE TNI AU.

Jika dilihat dari footage yang ditampilkan oleh Sekretariat Negara dalam acara tersebut, memperlihatkan Jet Tempur RAFALE Indonesia disandingkan bersama sistem Rudal MBDA METEOR dan AASM jenis HAMMER.

Dimana MBDA METEOR sendiri merupakan sistem rudal udara ke udara Jarak Jauh berkemampuan Beyond Visual Range (BVR) atau sederhananya, sistem rudal ini dapat mengunci target udara yang posisinya berada jauh diluar jangkauan pandangan pilot dan tidak semua negara pengguna jet tempur RAFALE diizinkan oleh Prancis untuk memiliki sistem rudal udara ke udara jenis METEOR.

Rudal METEOR sendiri merupakan bagian dari proyek rudal hibrida yang dikembangkan bersama oleh ke-enam negara Eropa, diantaranya ada Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Spanyol, dan Swedia.

Jadi untuk mengekspornya ke luar negara produsen dan sekutu NATO, harus melalui persetujuan mutlak dari ke 6 negara tersebut.

Secara teknis, sistem rudal METEOR ini merupakan salah satu jenis rudal udara ke udara generasi terbaru, yang kabarnya memiliki kemampuan diatas kertas telah melebihi sistem rudal BVR Konvensional buatan Amerika Serikat seperti AIM-120 AMRAAM dan rudal BVR R-77 buatan Rusia.

Dimana Rudal MBDA METEOR ini telah didukung oleh mesin pendorong Ramjet berbahan bakar padat dan rudal jenis ini juga memiliki kemampuan untuk mempertahankan pasokan daya dorong, sehingga jadi lebih efisien.

serta sistem rudal ini juga memiliki jangkauan penargetan lebih jauh dari sistem rudal BVR Konvensional pada umumnya yang dipasarkan secara global.

Yang mana Rudal MBDA METEOR, memiliki jangkauan penargetan sekitar 120-200 Km, dan target diklaim tidak bisa lolos dari rudal jenis ini, jika sudah terkunci secara otonom pada radius 60 km pada saat rudal telah dilesatkan.

Menurut kabar yang beredar, Sistem Rudal MBDA METEOR yang dimiliki oleh Indonesia saat ini, baru memiliki jangkauan jelajah capai 100 Km.

Untuk ukurannya sendiri, rudal MBDA METEOR memiliki panjang diangka 3,7 meter, dengan diameter rudal sekitar 178 mm dan memiliki bobot capai 190 Kg.

Selain bisa dioperasikan dari Jet Tempur RAFALE, Rudal jenis ini juga dapat digunakan oleh pesawat tempur F-35, Eurofighter Typhoon, JAS-39 Gripen, dan yang terbaru ialah dapat dioperasikan oleh pesawat Tempur KF-21 Boramae.

Yang merupakan program pesawat tempur bersama antara Indonesia dan Korea Selatan.


Selain MBDA METEOR, dalam acara penyerahan tersebut, juga ada AASM jenis HAMMER, Yang merupakan amunisi modular udara ke darat yang dikembangkan oleh Prancis dan telah terlibat didalam beberapa konflik militer modern seperti Konflik Ukraina – Rusia, Perang Mali tahun 2012, hingga konflik India – Pakistan tahun 2025.

Menurut informasi yang kami kutip dari sumber non-resmi, ada yang menyebut jika amunisi Hammer yang dihadirkan oleh Indonesia pada acara tersebut merupakan varian AASM-250, dengan kapasitas hulu ledak pada amunisi seberat 250 Kg.

Namun untuk menjaga keamanan Presiden beserta pejabat negara dan tamu kehormatan negara, maka unit bom yang ditampilkan merupakan versi replika atau dummy.

Disamping itu Amunisi HAMMER ini juga didukung oleh kit pemandu berteknologi GPS Inertial Navigation System, yang akan mengarahkan amunisi utama menuju target dipermukaan.

Selain itu Amunisi Hammer juga memiliki sistem roket pendorong padat yang dapat mendorong amunisi berat tersebut, terbang menuju target sejauh lebih dari 70 Km dari titik pelepasan amunisi.

Sehingga pesawat tempur yang membawa amunisi jenis ini, tidak perlu masuk ke zona pertahanan wilayah udara musuh, sehingga resiko pesawat dikunci oleh sistem pertahanan udara lawan jadi lebih rendah.

Tak hanya itu, Indonesia juga telah berhasil mengamankan ToT dari sistem amunisi AASM HAMMER, sehingga ada potensi kedepannya amunisi pintar ini akan diproduksi secara lokal di Indonesia.

Itu dia pembahasan tentang Melihat Deretan Rudal Canggih Punya RAFALE Indonesia.

Baca Juga: Bedah Fitur Baru di Kapal Korvet Kelas Diponegoro Indonesia

Kunjungi selalu lintaspikiran.com untuk menjelajahi lebih banyak informasi terkait industri dan teknologi militer.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Scroll to Top