Indonesia Berpotensi Beli Kapal Selam Kelas Barracuda Prancis

Indonesia Berpotensi Beli Kapal Selam Kelas Barracuda Prancis

Indonesia Berpotensi Beli Kapal Selam Kelas Barracuda Prancis, guna mengejar Minimum Essential Force, yang telah tertinggal dari rencana semula?

Ditengah gencarnya Indonesia untuk memperkuat kekuatan pertahanan nasionalnya. Dimatra laut, sejumlah nama kapal selam dan kapal perang buatan Eropa serta Asia, diisukan tengah dilirik oleh Indonesia.

Dimana salah satu jenis kapal selam buatan Eropa, yang dirumorkan sedang dilirik oleh Indonesia ialah Kapal Selam tipe BARRACUDA, yang merupakan kapal selam buatan Prancis.

Baca Juga: Tampilan Baru Tank AMX-10 PAC90 milik Marinir Indonesia

Dan Kapal Selam tipe BARRACUDA atau dikenal juga sebagai kapal selam kelas SUFFREN, merupakan kapal selam Berteknologi Nuklir terbaru yang dimiliki Angkatan Laut Prancis saat ini, dengan total ada 4 unit kapal selam telah selesai diproduksi, 2 unit sedang menjalani proses pembangunan, serta 6 unit lagi masih ditahap pemesanan.

Dari ke-4 kapal selam tipe Barracuda yang telah selesai dibangun, baru 3 unit kapal selam yang telah memasuki layanan, sementara kapal selam Barracuda Prancis ke 4 yaitu De Grasse, baru memulai fase uji coba laut pada Febuari 2026.


Meski pada dasarnya BARRACUDA merupakan kapal selam bertenaga nuklir, namun untuk memperluas jangkauan pasar ekspornya, Prancis juga menghadirkan kapal selam tipe Barracuda versi diesel-electric dan diklasifikasikan sebagai Shortfin Barracuda Block 1A.

Serta ini adalah tipe kapal selam Barracuda, yang berpotensi dapat diakuisisi oleh Indonesia, sebagai negara Non-Proliferation of Nuclear Weapons.

Dimana Shortfin Barracuda Block 1A dikembangkan sebagai kapal selam dengan sistem propulsi diesel-electric.

Dan kapal selam tipe ini, digambarkan memiliki panjang lebih dari 90 meter, dengan bobot sekitar 4,500 ton, serta diproyeksikan telah didukung oleh sistem Air Independent Propulsion (AIP).


Awalnya proposal pembangunan kapal selam tipe Shortfin Barracuda Block 1A ini, ditujukan untuk Australia, yang kala itu sedang mencari pengganti dari kapal selam kelas Collins miliknya, yang telah beroperasi sejak tahun 90an.

Australia juga telah menyetujui rencana pembelian sebanyak 12 unit kapal selam tipe Shortfin Barracuda Block 1A, namun pada tahun 2021, Australia membatalkan seluruh rencana pembeliannya dan beralih ke progam kapal selam nuklir AUKUS, yang dikembangkan oleh Amerika Serikat dan Inggris Raya.

Selain Australia, Naval Group juga telah menawarkan kapal selam tipe ini Ke Belanda dan Yunani, serta berhasil meraih respon positif, dengan Belanda jadi negara pembeli pertama, namun bukan untuk tipe Shortfin Barracuda Block 1A.

Melainkan tipe Blacksword Barracuda yang juga dikembangkan oleh Prancis untuk bermain dikelas konvensional dengan sistem propulsi Diesel-electric.

Beda-nya dengan tipe Shortfin Barracuda Block 1A, terletak pada kapasitas operasi,

dimana Blacksword Barracuda dirancang untuk dapat menjalankan operasi bawah laut pesisir dengan bobot kapal selam ada dikisaran angka 3.000 ton, serta Belanda akan menyebut kapal selam ini sebagai Kelas Orka.


Jika berkaca dari segi ukuran dan bobot kapal, yang hampir sama antara kapal selam nuklir tipe Barracuda dan kapal selam konvensional tipe Shortfin Barracuda Block 1A.

Maka seharusnya untuk di tipe Shortfin Barracuda Block 1A ini, ia memiliki kemampuan tempur yang tidak jauh berbeda dengan Kapal Selam Barracuda versi Nuklir.

Dimana untuk diversi non-konvensional, Kapal Selam tipe ini, dibekali dengan

4 sistem tabung peluncur torpedo tipe 533 mm, yang dapat digunakan untuk menembak sistem rudal anti kapal tipe EXOCET SM39 Mod 2 — dari bawah permukaan laut, adapun Torpedo kelas Berat tipe F21 Artemis, Rudal Jelajah Supersonik MdCN, FG29 multi-influence mine, dan kendaraan bawah laut otonom tipe D-19T.

Selain itu kapal selam tipe Barracuda juga dibekali dengan serangkaian sistem sonar canggih, seperti

Rangkaian sonar tipe Thales UMS-3000: yang berperan untuk memberikan kesadaran situasional 360°

Sonar towed array tipe ETBF DSUV 62C buatan Thales: berfungsi untuk melacak objek kapal selam dan objek bawah laut bergerak lainnya dari jarak jauh.

Adapun sistem sonar Thales SEACLEAR: difungsikan untuk mendeteksi posisi ranjau laut dan perangkat perusak statis lainnya, yang tertanam dilautan.

Kemudian terdapat sistem sonar Thales VELOX-M8: yang diperuntukan untuk Mendeteksi Sinyal Akustik Musuh, memberikan peringatan dini, dan membaca potensi bahaya diatas permukaan laut

Dan yang terakhir ada sistem sonar Thales tipe NUSS-2F Mk2: yang berfungsi untuk mengukur kedalaman laut di bawah kapal selam, sehingga awak kapal selam dapat mengetahui posisi kedalaman kapal dan seberapa dalam lautan yang sedang ia lintasi.

Tidak hanya didukung oleh serangkaian sistem sonar canggih. Untuk mendukung pengoperasiannya, kapal selam ini juga memiliki sistem manajemen tempur SYCOBS, sistem peperangan elektronik NEMESIS, dan sistem komunikasi bawah air Thales TUUM-5 MK2.

Sementara saat berada di atas permukaan laut, kapal selam tipe Barracuda ini menggunakan sistem komunikasi satelit DIVESAT dan terintegrasi juga dengan sistem Data links 11, Data Link 16 dan Data Link 22.

Tidak hanya itu, diarea Tiang kapal selam juga terdapat sistem periskop digital Optronik, dan sistem radar Sentinel-U, yang berperan sebagai mata dan telinga kapal selam selama berada dipermukaan laut.

Serta untuk bagian terpenting pada kapal, yaitu kekuatan penyelamannya, Kapal selam kelas Barracuda ini dapat menyelam hingga kedalaman capai 350 meter.

Dan ada kemungkinan, untuk di tipe Shortfin Barracuda Block 1A, juga memiliki kemampuan penyelaman yang serupa.


Serta kedepannya, Prancis disebut juga sedang berencana untuk memasangkan sistem rudal anti kapal tipe EXOCET SM40 untuk menggantikan sistem Rudal EXOCET SM39, pada kapal selam Barracuda, setelah tahun 2030 mendatang.

Baca Juga: Mengenal PANSER BADAK Buatan PINDAD Indonesia

Itu dia pembahasan tentang Indonesia Berpotensi Beli Kapal Selam Kelas Barracuda Prancis.

Kunjungi selalu lintaspikiran.com untuk melihat lebih banyak informasi seputar militer.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Scroll to Top