Mengenal PANSER BADAK Buatan PINDAD Indonesia

Mengenal PANSER BADAK Buatan PINDAD Indonesia

Mengenal PANSER BADAK Buatan PINDAD Indonesia, dilengkapi meriam kaliber 90 mm, cocok untuk perang kota?

Selain mengembangkan Tank Tempur Medium bersama dengan Turkiye, PINDAD Persero juga turut mengembangkan Panser Tempur jenis BADAK untuk memperkuat angkatan darat Indonesia.

Baca Juga: Bedah Performa AAV-7A1 Ranpur Amfibi Punya MARINIR Indonesia

Dimana Negara ini mulai mengoperasikan Panser BADAK berpenggerak 6×6 dari tahun 2021, dengan sekitar 7 unit telah dioperasikan oleh Kavaleri TNI Angkatan Darat.

Secara garis besar Panser BADAK buatan PINDAD ini diperuntukan sebagai unit pemukul garis depan, yang relevan untuk menghadapi skema pertempuran kota modern.

Dengan kondisi mayoritas jalan perkotaan dilapisi aspal dan beton, maka untuk memudahkan pergerakkan dari kendaraan lapis baja ini, ia mengandalkan 6 roda besar berbahan karet khusus, yang fleksible melintasi berbagai kondisi medan jalan, termasuk jalan berkontur tanah dan bebatuan.

Disamping itu, RANPUR ini juga didesain memiliki kabin khusus yang saling terhubung dengan kabin operator, dimana kabin pada PANSER BADAK tersebut dapat dipergunakan untuk membawa logistik dan personil militer dalam jumlah kecil.

Serta untuk menjaganya dari serangan musuh, Panser BADAK ini telah memenuhi standar perlindungan lapir baja level 3 dan dapat ditingkatkan ke level 4, sehingga ia dapat tahan dari serangan peluru balistik, amunisi meriam artileri, hingga ledakan ranjau.


Sementara secara desain dan konsep, Panser BADAK ini dikembangkan oleh PINDAD dari basis Panser ANOA Kanon, yang merupakan identitas awal dari Panser BADAK, sebelum diubah oleh Wakil Presiden Republik Indonesia ke 10 dan 12 di Tahun 2014.

Dimana pada saat itu, ANOA Kanon dikembangkan oleh PINDAD, bersama industri pertahanan Korea Selatan dan Belgia.

pada fase awalnya Panser ini menggunakan sistem meriam kaliber 90 milimeter tipe CSE-90 MK 3 dari Belgia, dan juga dibekali dengan senapan mesin kaliber 7.62 milimeter sebagai sistem senjata pendukung jarak dekat.


Uniknya, banyak yang mengira jika Panser BADAK ini dikembangkan oleh PINDAD dari basis Panser TARANTULA buatan Korea Selatan.

Padahal jika ditarik dari sudut visual manapun, kedua panser ini memiliki karakter yang berbeda, dimana Panser BADAK mengadopsi penuh konfigurasi penggerak dan desain struktur body dari PINDAD ANOA.

Sedangkan isu kemiripan ini muncul, setelah PT PINDAD Persero, berhasil melakukan perakitan terhadap ke 11 unit kendaraan tempur TARANTULA, yang dibeli oleh Indonesia dari Korea Selatan di tahun 2009, dengan Skema ToT.


Terlepas dari itu, secara ukuran, Panser BADAK buatan PT PINDAD memiliki panjang diangka 6,3 meter, lebar 2,2 meter dan tinggi 3,6 meter.

Serta ia dirancang untuk dapat beroperasi sejauh 450 km secara non-stop, dengan membawa bobot tempur capai 9 ton dan mampu berjalan dikecepatan sekitar 80 kilometer per jam.

Sedangkan meriam CSE-90 MK 3, yang terpasang sebagai sistem senjata utama pada Panser BADAK buatan PT PINDAD ini.

Kabarnya telah dirakit dan dikembangkan secara mandiri oleh PT PINDAD, sehingga dapat memangkas waktu antrian produksi dan menurunkan persentase ketergantungan Panser BADAK pada komponen Impor.

Disamping itu, saat ini TNI Angkatan Darat, juga kembali dikabarkan berencana untuk membeli lagi sebanyak 33 unit Panser BADAK FSV dari PT PINDAD.

Baca Juga: Mengenal Kapal LPD 124 Meter Baru Buatan PAL Indonesia

dan ini adalah akhir dari pembahasan kita, Mengenal PANSER BADAK Buatan PINDAD Indonesia.

Kunjungi selalu lintaspikiran.com untuk melihat lebih banyak informasi seputar militer.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Scroll to Top