Bedah Performa AAV-7A1 Ranpur Amfibi Punya MARINIR Indonesia, dan akan ada lebih dari 100 unit Rampur jenis ini mendarat di Jakarta.
Proses Transfer batch pertama pengiriman Kendaraan tempur Amfibi tipe AAV-7A1 buatan Amerika Serikat ke Indonesia telah terjadi.
Dimana Jakarta dikabarkan telah menerima Kendaraan Tempur beroda rantai tipe tersebut, sebanyak 12 unit, dari total rencana transfer sebanyak 105 unit.
dan dari angka tersebut, sekitar 35 unit Ranpur AAV-7A1 diperoleh Indonesia di tahun 2026.
Kemudian akan dilanjut dengan pengiriman sebanyak 35 unit di tahun 2027, serta pengiriman terakhir, sekitar 35 unit akan dilakukan pada tahun 2028.
Disamping itu, Ranpur AAV-7A1 yang diperoleh Indonesia juga bukanlah varian Ekspor, sebab unit-unit yang baru tiba belum lama ini, sebelumnya dioperasikan oleh Korps Marinir Amerika Serikat.
Meski begitu secara visual, tampilan fisik dari Ranpur tipe AAV-7A1 milik Indonesia ini, masih tergolong layak pakai.
Dan saat ini, sejumlah Ranpur AAV-7A1 yang sudah tiba di Jakarta, telah menjalani fase perubahan camo.
Yang mana Proses tersebut, membuat Ranpur Amfibi AAV-7A1 milik Korps Marinir Indonesia, kini tampil dengan standar desain camo terbaru TNI.
Selain merubah desain camo, Indonesia juga melakukan perubahan identitas pada Ranpur ini.
Baca Juga: Mengenal Kapal LPD 124 Meter Baru Buatan PAL Indonesia
Dimana Indonesia menyebut kendaraan tempur beroda rantai tersebut sebagai AAV M-35.
Yang mana Kode “M” pada penamaan Ranpur tersebut, diambil dari awalan huruf pada kata MARINIR, selaku Satuan Tempur yang mengoperasikan kendaraan lapis baja tipe ini.
Sementara itu, angka 3 menunjukkan jumlah awak pada kendaraan, yang bertugas untuk menjalankan peran serta fungsi dari kendaraan tempur AAV M-35.
Yang diantaranya, terdiri dari Komandan, pengemudi, dan operator penembak.
Sedangkan angka 5, diambil dari tingkatan kemampuan Amfibi pada Ranpur AAV M-35,
Yang diatas kertas, Ranpur ini diklaim berada pada level Sea State 5, sehingga ia dirancang untuk dapat menerjang ombak lautan setinggi 2,5 sampai 5 meter.
Terlepas dari soal penamaan, AAV-7A1 sendiri merupakan salah satu kendaraan Serbu Amfibi andalan Amerika Serikat, dan telah memperkuat Korps Marinir AS sejak tahun 1970-an.
Serta baru ditahun 1990an, Ranpur AAV-7A1 milik Amerika, dipasangkan dengan sistem proteksi eksternal bernama “Enhanst Aplikay Armer Kit”, guna meningkatkan ketahanan Ranpur dari serangan senapan mesin berat kaliber 14,5 mm.
Dan Di AAV-7A1 milik Korps Marinir Indonesia, juga sudah dibekali dengan sistem proteksi eksternal jenis tersebut.
Disamping itu dari segi ukuran, Ranpur tipe AAV-7A1 atau AAV M-35, memiliki ukuran panjang kendaraan ada diangka 7,94 meter, lebar 3,27 meter, dan tinggi capai 3,26 meter.
Sedangkan untuk sistem persenjataan yang dibawanya, Kendaraan serbu Amfibi ini mempunyai sistem peluncur granat otomatis, kaliber 40 milimeter dan senapan mesin berat, kaliber 12,7 milimeter.
Sementara untuk sistem penggerakannya, Ranpur Milik TNI ini, menggunakan mesin Cummins VTA-903T, yang mampu menghasilkan tenaga capai 525 Horsepower.
Dan mampu menggerakan Ranpur seberat 29 ton ini, berjalan hingga dikecepatan maksimal capai 72 kilometer perjam.
Sedangkan dalam mode Amfibi, Ranpur buatan Amerika tersebut, dapat berjalan di permukaan air pada kecepatan sekitar 13,2 kilometer perjam.
Kemudian pada area kabin internal dari Ranpur Amfibi AAV-7A1, mempunyai kapasitas untuk membawa hingga 21 personil Marinir.
dan dalam kondisi non-tempur, area kabin pada Ranpur tersebut, dapat dialihfungsikan untuk membawa logistik.
Terlepas dari itu, di tahun 2026 ini, Indonesia dikabarkan mengeluarkan anggaran sebesar 23 juta Dollar AS, untuk membeli 35 unit Ranpur AAV-7A1 dari Amerika Serikat.
Dan dari 12 unit yang sudah tiba di Indonesia, sebanyak 11 unit merupakan AAV tipe P dan 1 unitnya lagi ialah AAV Tipe C atau Command.
Serta kini, ke 12 unit Ranpur tipe AAV-7A1 milik Indonesia, telah dioperasikan oleh PASMAR 1 Korps Marinir Cilandak.
Sementara itu dikawasan Asia Pasifik, hanya ada beberapa negara saja yang memiliki Ranpur Amfibi tipe AAV-7A1.
Yang diantaranya ada:
- Indonesia
- Tailan
- Taiwan
- Filipina
- Jepang
Dan Korea Selatan, yang merupakan negara pengguna terbesar Ranpur Amfibi AAV-7A1, dengan total sebanyak 61 unit.
Baca Juga: Melihat Masa Depan KRI SRIWIJAYA Kapal Induk Pertama Indonesia
Dan ini adalah bagian akhir dari pembahasan kita, terkait Bedah Performa AAV-7A1 Ranpur Amfibi Punya MARINIR Indonesia.
Kunjungi selalu lintaspikiran.com untuk melihat lebih banyak informasi seputar militer.



