Melihat Masa Depan KRI SRIWIJAYA Kapal Induk Pertama Indonesia

Melihat Masa Depan KRI SRIWIJAYA Kapal Induk Pertama Indonesia

Melihat Masa Depan KRI SRIWIJAYA, Kapal Induk pertama milik Indonesia, yang kedepannya akan segera dimodernisasi.

Kapal Induk KRI SRIWIJAYA, nomor lambung 100, menjadi kapal induk pertama milik Indonesia.

Dimana kapal besar ini, secara resmi telah melepas bendera Italia, dan bergabung menjadi bagian dari Angkatan Laut Indonesia pada hari Kamis, 24 September 2026 kemarin.


Dengan berkibarnya bendera Merah Putih di Kapal Induk KRI SRIWIJAYA, telah menandai babak baru dari kapal besar buatan Italia ini.

Dimana Indonesia telah menyiapkan serangkaian rencana operasional, dan roadmap modernisasi yang akan dijalani oleh Kapal Induk KRI SRIWIJAYA.

Termasuk rencana penempatan Pesawat Tempur Berkemampuan Vertikal Take Off and Landing di dek penerbang KRI SRIWIJAYA.


Dimana Kepala Staf Angkatan Laut Indonesia, menyampaikan kepada publik, terkait harapannya untuk dapat memperoleh pesawat tempur berkemampuan VI-TI-OL, guna memaksimalkan potensi tempur dari KRI SRIWIJAYA kedapannya.

Dan sejalan dengan itu dua nama jet tempur juga disebut dalam pernyataan ini, yaitu pesawat tempur tipe Sea Harrier dan F-35B buatan Amerika Serikat.

Dimana kedua jenis pesawat tempur tersebut, dahulu pernah beroperasi di Kapal Induk yang dimiliki oleh Indonesia saat ini.

Baca Juga: Mengenal Pesawat ILYUSHIN IL-78MK 90A Untuk AU Indonesia

Meski begitu, untuk saat ini Kapal Induk KRI SRIWIJAYA, akan difokuskan terlebih dahulu untuk membawa helikopter dan pesawat tanpa awak. Guna mendukung operasi militer selain perang dan patroli maritim.


Selanjutnya kapal induk eks Italia ini, juga akan mendapatkan perubahan pada sistem komunikasinya.

Dimana saat ini, KRI SRIWIJAYA masih menggunakan sistem komunikasi versi Aliansi NATO.

Dan sebagai negara non-aliansi, kabarnya Indonesia tidak bisa mengakses atau menggunakan sistem komunikasi tersebut.

sehingga solusinya, Indonesia akan mengubah sistem komunikasi dari KRI SRIWIJAYA, mengikuti distandarisasi sistem komunikasi TNI Angkatan Laut saat ini.

Untuk waktu pengerjaan sendiri, sejauh ini masih dirahasiakan, namun dapat dipastikan akan dilakukan secepat mungkin. Sebab menurut Kepala Staf Angkatan Laut Indonesia, Kapal Induk ini telah memiliki jadwal dan rencana penugasan.


Selain soal sistem komunikasi, PT PAL Indonesia juga saat ini dikabarkan tengah mengkaji, soal potensi adanya rencana untuk mengganti sistem pendorong kapal di KRI SRIWIJAYA.

Dimana KRI SRIWIJAYA sejauh masih menggunakan sistem pendorong kapal berbasis Gas Turbin atau COGAG, yang dibangun dibawah lisensi dari General Electric.

Dan 4 mesin tipe AVIO LM2500 yang terpasang di kapal Induk ini, mampu menghasilkan daya berkelanjutan capai 81,000 Hp, serta dapat menggerakkan kapal dengan bobot lebih dari 13 ribu ton tersebut, berlayar di kecepatan maksimal capai 30 knot.

Disamping itu dalam skema rencana modernisasi Kapal Induk KRI SRIWIJAYA ini, Indonesia dikabarkan akan melibatkan perusahaan pertahanan dari Italia, yaitu ada FINCANTIERI dan LEONARDO.

Serta pengerjaan nantinya akan dilangsungkan digalangan kapal PT PAL Indonesia, dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar 4 bulan.


Terlepas dari rencana modernisasi platform Kapal Induk KRI SRIWIJAYA ini, Indonesia juga disebut sedang proses menyiapkan unit-unit udara yang akan ditempatkan di kapal besar tersebut.

Termasuk munculnya rencana penempatan helikopter multiperan tipe S-70 atau sejenis di Kapal Induk KRI SRIWIJAYA.

Tidak hanya itu, beberapa bulan lalu juga sempat terdengar kabar, terkait akan ditempatkannya sejumlah model pesawat Nirawak buatan Turkiye di Kapal Induk Pertama Milik Indonesia ini.

Kandidat diantaranya ada Bayraktar TB3 dan Bayraktar KIZILELMA.

Meski demikian soal sistem persenjataan pada kapal, sejauh ini belum ada pembahasan lebih lanjut.

Akan tetapi, kita masih bisa melihat adanya sistem pertahanan udara jenis MK 29 Octuple Albatros, sistem CIWS tipe DARDO OTO TWIN 40L70, hingga Sistem Peluncur TORPEDO I-LAS Tipe 3 tabung, masih terpasang dibadan kapal induk KRI SRIWIJAYA.

Disisi lain sejauh ini baru Helikopter Serbu tipe Panther AS565MBe, yang sudah pernah mendarat di dek penerbang dari KRI SRIWIJAYA.

Baca Juga: Secanggih apa Radar Ground Control Intercept Baru Indonesia

Itu dia pembahasan tentang Melihat Masa Depan KRI SRIWIJAYA.

Kunjungi selalu lintaspikiran.com untuk melihat lebih banyak informasi militer Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Scroll to Top