Secanggih apa Radar Ground Control Intercept Baru Indonesia

Secanggih apa Radar Ground Control Intercept Baru Indonesia

Secanggih apa Radar Ground Control Intercept Baru Indonesia, yang belum lama ini, telah diserahkan oleh Kementerian Pertahanan RI ke Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

Baca Juga: Mengenal Pesawat ILYUSHIN IL-78MK 90A Untuk AU Indonesia

Dan dengan hadirnya sistem Radar Ground Control Intercept Baru tersebut, yang teridentifikasi sebagai GCI tipe GM-403, dapat diasumsikan sebagai simbolis modernisasi Angkatan Bersenjata Indonesia, terutama untuk mengawasi area udara Nusantara yang begitu luas.

Dan Radar ini, merupakan satu dari dua unit sistem radar GCI GM-403, yang telah dirakit secara lokal oleh PT LEN Industri di Subang, Jawa Barat.


Dimana pada tahun 2023, Direktur Utama PT Len Industri, menyebut, jika Indonesia telah memesan sebanyak 13 unit sistem radar GCI GM-403 baru dari perusahaan teknologi Prancis, dengan perakitan tahap akhir akan dikerjakan secara lokal di Jawa Barat.

dikutip dari sumber terbuka WIKIPEDIA, diperkirakan harga untuk satu unit Radar GM-403 Indonesia, ditaksir sekitar $30.000.000 atau berkisar Rp535,5 miliar, belum termasuk biaya modifikasi tambahan yang didasari atas permintaan konsumen.

Dan dikawasan Asia, Indonesia akan jadi negara pengguna terbanyak, Sistem Radar GCI GM-400 Series buatan Prancis

Kemudian akan disusul oleh Malaysia yang agak segera mempunya 3 unit Sistem Radar GM-400 dan Iraq juga akan mempunya 4 unit radar GM-400 Series.


GM-403 sendiri merupakan sistem radar Ground Control Intercept buatan Thales Prancis, yang dikembangkan sebagai sistem radar jarak jauh 3 dimensi (3D) dengan tingkat mobilitas tinggi.

Sehingga sistem radar ini dapat dipindahkan kapan saja dan dimana saja, menggunakan berbagai platform seperti Truck berpenggerak 8×8 dan 6×6, Pesawat Kargo militer C-130 Super Hercules serta helikopter kargo khusus.

Diatas kertas, Sistem radar GCI GM-403 ini juga sudah full digital dan bekerja dalam frekuensi S-band, serta radar jenis ini telah berteknologi Active Electronically Scanned Array (AESA).

Dalam mode pelacakan target, Radar GCI GM-403 memiliki kemampuan untuk mendeteksi objek permukaan secara instrumen, pada radius jarak sejauh 470 km.

Dan sistem radar ini baru dapat mengidentifikasi objek serta mengkategorikannya, setelah objek sasaran berada pada radius deteksi 390 km dari posisi unit radar, dengan tingkat akurasi sekitar 50 meter.

Sebagaimana dikutip dari artikel Resmi Thales pada tahun 2023, yang menyebut jika sistem Radar GCI GM-403 Alpha punya Indonesia ini, memiliki kemampuan untuk melacak target seperti Pesawat tempur dan komersial, Drone militer, Helikopter, hingga sistem radar ini diklaim juga dapat mendeteksi keberadaan rudal balistik taktis.

Mengutip data dari Army Recognition, yang menyebut jika kecepatan rotasi dari radar GCI GM-403 ini, ada diangka 6 Rpm, dengan ketinggian deteksi sejauh 30.500 meter dan elevasi antena hingga 20 derajat.

Serta sistem radar ini juga telah didukung oleh teknologi Electronic Counter-Counter Measures alias ECCM untuk menghidarkan sistem radar terkena serangan gelombang elektronik yang berpotensi melumpuhkan sistem kerja radar.

Untuk mengoperasikan satu unit Sistem radar GCI GM-403 ini dibutuhkan sekitar 4 orang terlatih, untuk menjalankan seluruh program kerja dan prosedur operasional radar.

Dari artikel resmi Thales pada tahun 2023, menyebut jika Indonesia melalui PT LEN Industri telah melakukan pemesanan sebanyak 13 unit sistem radar GCI GM-403, lengkap dengan sistem Komando dan Kendali SkyView.

Yang dapat memberikan informasi berupa data dan visual secara real-time tentang kondisi wilayah operasi udara Indonesia, baik ditingkat regional maupun nasional, yang dapat mendukung kemampuan pengawasan udara 360° dan saling terintegrasi.

Disamping itu pada tahun 2022, PT Len industri dan Thales, mengumumkan soal pembentukan usaha patungan, yang bergerak untuk mendukung kegiatan Pemeliharaan, Perbaikan, dan Operasi dari seluruh sistem radar GCI GM-400 series punya Indonesia, 

Sehingga jika ada kerusakan, maka sistem radar dapat diperbaiki didalam negeri.

Itu dia pembahasan tentang Secanggih apa Radar Ground Control Intercept Baru Indonesia.

Baca Juga: BRAMARA Drone Taktikal Buatan Indonesia

Kunjungi selalu lintaspikiran.com untuk melihat lebih banyak informasi seputar perkembangan militer Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Scroll to Top