Ini Keunggulan Drone Taktikal BRAMARA Buatan Indonesia, yang dirancang untuk menghadapi serangan drone musuh dan operasi serangan jarak dekat.
Industri drone militer Indonesia, belakangan mengalami pertumbuhan sangat pesat, dan kali ini kita akan membahas drone militer bernama BRAMARA, yang dikembangkan oleh Republic Defense asal Indonesia.
Baca Juga: RAJATA Drone Kamikaze Bermesin Jet Buatan Indonesia
Keunikan dari drone BRAMARA tidak hanya berkaitan pada tampilannya yang begitu Compact, melainkan juga soal “konsep Kamikaze” yang ada pada drone militer satu ini.
Dimana BRAMARA dirancang sebagai drone kamikaze multiperan, yang tidak hanya terfokus sebagai unit penyerang, tapi juga dapat difungsikan untuk sistem pertahanan jarak dekat, guna menghadapi serangan drone FPV dan Drone jelajah Kamikaze.
Konsep ini, sebenarnya sudah lebih dulu diperkenalkan oleh Ukraina, melalui drone penyegat bernama STING, yang sudah cukup lama dioperasikan oleh Pasukan Ukraine untuk melumpuhkan drone militer Rusia.
Hasilnya negara Eropa Timur ini berhasil melumpuhkan cukup banyak drone Kamikaze punya Rusia, walau tidak sepenuhnya, tapi ini cukup untuk menekan persentase keberhasilan operasi serangan drone Rusia ke wilayah Ukraina.
Selain konsep kamikaze yang mirip dengan punya Ukraina, Drone Kamikaze BRAMARA juga memiliki tampilan yang serupa dengan drone pencegat STING buatan Wild Hornets, Ukraina.
Seperti penggunaan desain badan drone yang menyerupai bentuk peluru konvensional dan kedua jenis drone ini juga sama-sama mengadopsi konsep multi-Rotor sebagai media penggeraknya.
Meski begitu, Drone Kamikaze BRAMARA tidak memiliki fitur stubby wings, yang mana fitur ini terletak berdekatan dengan dudukan rotor – seperti yang ada pada drone pencegat STING Ukraina.
BRAMARA Series sendiri merupakan nama drone militer multiperan yang dikembangkan oleh Republic Defense dan mulai diperkenalkan secara luas ke publik pada tahun 2023, tapi kala itu, wujudnya tidak seperti ini, melainkan memiliki tampilan seperti drone multi-rotor pada umumnya, yang dapat membawa berbagai sistem persenjataan dan amunisi pintar.
Kemudian pada pameran pertahanan IndoDefense 2025, Republic Defense turut kembali memamerkan sejumlah jenis drone militer yang ia kembangkan, termasuk drone BRAMARA versi Kamikaze, yang memiliki tampilan sangat Compact dan dapat dibawa oleh ransel personil militer biasa.
Meski sejauh ini belum ada footage yang memperlihatkan proses pengoperasian dari drone kamikaze BRAMARA, namun besar kemungkinan prosedur pengoperasiannya tidak jauh berbeda dengan drone pencegat STING Ukraina, yang ditembakkan seperti senjata konvensional.
Diatas kertas Drone BRAMARA didesain untuk dapat membawa hulu ledak seberat 400 gram, dan dapat digunakan untuk menargetkan personil militer diarea terbuka, kendaraan militer tanpa lapis baja tebal, serta beragam target statis dengan perlindungan struktural terbatas.
Selain itu, Drone Kamikaze ini juga ditenagai oleh motor listrik yang terhubung langsung ke sistem ROTOR, sehingga gaya angkat yang dihasilkan pada fase awal peluncuran sangat cepat dan cukup senyap, dibandingkan drone bermesin konvensional pada umumnya.
dimana sistem penggerak tersebut memungkinan Drone kamikaze jenis BRAMARA dapat melaju hingga dikecepatan maksimal capai 119 kilometer perjam.
Sedangkan untuk kemampuan jelajahnya, drone kamikaze BRAMARA, kabarnya dapat terbang dengan radius operasional sejauh 2,5 kilometer dan drone ini juga didukung oleh sistem pemandu elektro-optik, yang memungkinkannya dapat melacak posisi target secara akurat.
Meski begitu, sejauh ini belum ada laporan resmi, terkait uji coba drone kamikaze BRAMARA, sehingga belum ada gambaran pasti terkait kemampuan tempur dari drone BRAMARA.
Baca Juga: Melihat Kecanggihan Rudal BRAHMOS Indonesia
Itu dia pembahasan tentang BRAMARA Drone Taktikal Buatan Indonesia.
Kunjungi selalu lintaspikiran.com untuk melihat lebih banyak informasi seputar militer.



