Mengenal Kapal LPD 124 Meter Baru Buatan PAL Indonesia, versi upgrade dari LPD Kelas Makassar Milik TNI AL.
Ini adalah tampilan dari kapal Landing Platform Dock Ukuran 120 meter Generasi Terbaru buatan PT PAL Indonesia, yang diproduksi untuk Angkatan Laut Filipina.
Di mana Manila telah memesan lagi sebanyak 2 unit Kapal Landing Platform Dock dari Indonesia, untuk meningkatkan kapasitas operasi, sekaligus memperkuat armada laut Filipina di masa mendatang.
Baca Juga: Melihat Masa Depan KRI SRIWIJAYA Kapal Induk Pertama Indonesia
Dan kapal Landing Dock dengan nomor lambung LD-603 ini dikembangkan dari basis Kapal Landing Platform Dock kelas TARLAC, yang telah lebih dulu dibeli oleh Filipina dari Indonesia.
Sebagai generasi terbaru dari kelas TARLAC, Kapal Landing Dock LD-603 ini tentu membawa sejumlah peningkatan dan kita akan bahas lebih dulu perubahan pada bagian Platform Kapal.
Dimana secara ukuran, Kapal LD-603 ini memiliki ukuran kapal sedikit lebih panjang dari Kelas TARLAC, yang ada dikisaran angka 123 meter.
Sementara di Generasi Terbaru, Kapal besar ini memiliki panjang Platform kapal sekitar 124 meter, dengan Draft Draught kapal diangka 6.7 meter.
Perubahan ukuran panjang kapal ini, berdampak signifikan pada kapasitas angkut personil dari Kapal Landing Platform Dock LD-603 dan LD-604, dari LPD sebelumnya hanya dikisaran 500 personil, kini menjadi sekitar 680 personil.
Selain itu, Kapal LD-603 juga memiliki fasilitas ruang bebas dengan ukuran lebih luas, untuk dapat mengakomodir lebih banyak kendaraan militer dan logistik.
Serta pintu rampa pada bagian samping kapal didesain jadi lebih lebar dan tinggi, untuk mempercepat proses bongkar muat kapal, serta juga memungkinkan kapal LPD ini dapat memuat kendaraan militer berukuran besar.
Tidak hanya itu, dibeberapa ruang pada kapal juga dibuat lebih fleksibel, dengan ukuran ruang didesain lebih besar dari kelas TARLAC, hal ini bertujuan untuk mempermudah Filipina, jika dimasa depan ingin melakukan modifikasi – agar sesuai dengan kebutuhan Angkatan Laut Filipina.
Ditambah lagi, sejauh ini Filipina belum menetapkan secara resmi, tipe dan jenis sensor, serta sistem pemrosesan, yang akan digunakan oleh kapal Landing Dock LD-603.
Sehingga saat ini, kita belum tau pasti secanggih apa otak dari Kapal LPD New Generation Filipina tersebut.
Disamping itu saat ini Filipina juga dikabarkan tengah mengkaji soal rencana mereka untuk meningkatkan kemampuan sistem perlindungan diri pada kapal Landing Platform Dock milik Angkatan Laut Filipina, termasuk ada rencana untuk menanamkan sistem peluncur rudal vertikal (VLS) VL MICA buatan MBDA Prancis.
Akan tetapi rencana ini masih belum menemukan kepastian, apakah akan dimulai lebih dulu pada kapal LPD BRP TARLAC dan BRP Davao, atau akan diaplikasikan langsung pada kapal LPD generasi Terbaru Filipina, yang kini masih diproduksi oleh PT PAL Indonesia.
dan pada bagian Buritan, Kapal LPD LD-603 ini, juga dibekali dengan ruang khusus untuk membawa 2 unit kapal pendaratan utilitas atau LCU, dan Kapal LCU yang akan dioperasikan oleh LPD LD-603 dan LD-604, juga telah dipesan Filipina dari Indonesia.
Sedangkan diarea davits pada kapal LPD LD-603, akan ditempatkan 2 unit kapal serbu tipe MPAC MK-3, untuk mendukung operasi pendaratan personil, pengamanan parimeter kapal, hingga menjalankan operasi pengejaran untuk menangkap kapal yang melanggar aturan.
Berikutnya kita bergeser ke sistem persenjataan, pada Kapal Landing Platform Dock Generasi Terbaru Filipina.
Dimana kapal ini rencananya akan dipersenjatai secara bertahap, dengan:
- 1 unit sistem meriam Oto Melara 76mm, Super Rapid Gun
- 1 unit sistem CIWS, dengan opsi penggunaan sistem Aselsan GOKDENIZ atau Millennium Gun buatan Rheinmetall.
- 2 unit sistem Aselsan SMASH, 30mm
- dan 8 unit senapan mesin 12.7 mm, yang akan terpasang disejumlah sisi kapal LPD LD-603.
Sementara itu, untuk sistem tenaga dan pendorong pada kapal, di LPD-603 ini akan menggunakan 4 generator diesel dan 2 mesin diesel, yang mampu menghasilkan tenaga capai 2,920 kW serta mampu menggerakan kapal besar ini hingga dikecepatan maksimalnya, capai 16 Knot atau sekitar 30 Km/jam.
dan jika kapal ini beroperasi secara konstant di kecepatan Jelajah, sekitar 13 Knot, maka Kapal Landing Platform Dock ini dapat beroperasi secara non-stop sejauh 17,330 km serta berlayar dilautan selama 30 Hari.
Sedangkan dek penerbang dan Hanggar pada kapal LPD LD-603 ini, dapat membawa sekitar 2-3 helikopter, tergantung jenis dan bobot helikopter yang dibawa, serta dek penerbang yang ada di LPD LD-603 tersebut, dapat membawa helikopter sejenis Sikorsky Black Hawk dan AgustaWestland AW-139.
Terlepas dari itu, awalnya Filipina telah lebih dulu menamai kedua kapal LPD generasi terbaru mereka menjadi BRP Ilocos Norte sebagai LD-603 dan BRP Leyte menggunakan nomor lambung LD-604.
Namun seiring berjalannya waktu, kini kapal LPD tersebut, kembali diubah kembali identitasnya, yang mana BRP dengan Nomor Lambung LD-603 kini memiliki nama BRP Laoag City.
Jika semua proses pembangunan dan ujicoba kapal berjalan dengan baik, maka diharapkan kedua Kapal LPD tersebut dapat dikirim secara bertahap ke Angkatan Laut Filipina pada tahun 2027 mendatang.
Baca Juga: Secanggih apa Radar Ground Control Intercept Baru Indonesia
Itu dia pembahasan tentang Mengenal Kapal LPD 124 Meter Baru Buatan PAL Indonesia.
Kunjungi selalu lintaspikiran.com untuk melihat lebih banyak informasi militer Indonesia.



