Drone MQ 35B V BAT Jadi Aset Baru Pasukan Khusus Indonesia, ini dia spesifikasi dan keunggulannya.
Beberapa bulan lalu, sempat muncul gambar, terkait Drone jenis MQ 35B V BAT yang sedang dioperasikan oleh Komando Pasukan Khusus (KOPASSUS) Indonesia.
Berbeda dengan jenis drone pengintaian pada umumnya, drone intai satu ini, memiliki kemampuan Vertikal Take Off and Landing (VTOL), dengan konsep mirip “sistem roket Starship” milik SPACE X.
Baca Juga: Indonesia Ada Di Peta Pemasaran RHEINMETALL IFV LYNX KF41
Dimana ini membuat proses pengoperasian dari Drone Intai jenis MQ 35B V BAT jadi lebih sederhana dan fleksibel.
Bahkan dengan ukurannya yang tidak terlalu besar dan bobot kurang dari 80 Kg.
Membuat drone intai jenis ini, dapat dimobilisasi dengan mudah menggunakan berbagai moda kendaraan darat, seperti kendaraan box komersil tipe dua axle.
Dan ini tentu akan membuat lokasi peluncuran dan pendaratan dari Drone jenis V-BAT jadi sulit terdeteksi.
Drone intai jenis MQ 35B V BAT juga diklaim telah teruji dalam kondisi peperangan elektronik modern.
Dimana V-BAT telah dioperasikan oleh Angkatan Bersenjata Ukraina, dalam konflik melawan Rusia dan sejauh ini belum ada laporan soal jatuhnya drone V-BAT akibat intervensi Rusia.
Dalam konflik Ukraine – Rusia, Drone MQ 35 V BAT, ditugaskan untuk melakukan operasi pengintaian dan berbagi data strategis soal posisi alat militer Rusia,
Dan dari data koordinat tersebut, akan digunakan untuk mengarahkan Sistem Roket HIMARS dan berbagai perangkat militer lainnya menuju target bernilai tinggi milik Russia.
Sementara itu, dikalangan negara NATO, Drone V-BAT merupakan alat militer multiperan, paling potensial.
Tidak jarang drone tipe ini dioperasikan oleh Angkatan Laut negara NATO, untuk mendukung operasi pengawasan dan patroli maritim.
Serta baru-baru ini, drone V-BAT juga dilibatkan oleh Negara NATO dalam latihan militer di Norwegia Utara.
Meski foto-foto pengoperasian drone intai VBAT oleh Pasukan Khusus Indonesia telah tersebar, namun belum ada laporan resmi, yang membenarkan kehadiran drone buatan AS tersebut dikekuatan militer Indonesia, termasuk jumlah aset VBAT yang dimiliki oleh Indonesia.
Namun, jika dilihat dari laman Wikipedia, dibagian operator, nama negara Indonesia terlihat tercantum dalam daftar.
Sehingga kuat asumsi, jika sebenarnya drone Intai jenis MQ 35B V BAT, sudah dimiliki oleh Angkatan Bersenjata Indonesia.
MQ 35B V BAT sendiri merupakan drone intai buatan Shield AI dari Amerika Serikat,
Drone jenis ini telah didukung oleh perangkat lunak otonom, mencakup kemampuan navigasi odometri visual untuk beroperasi di lingkungan tanpa GPS dan komunikasi terbatas.
Kemudian ditahun 2023, Shield AI selaku pengembang, mengumumkan jika drone intai V BAT kini telah memiliki kemampuan untuk dapat beroperasi secara berkelompok dan saling terintegrasi secara otonom.
Untuk mendukung operasi pengawasan skala besar, dengan cakupan zona pengawasan lebih luas lagi.
Secara dimensi drone Intai jenis V-BAT memiliki panjang badan platform diangka 3.8 meter dan memiliki rentang sayap sekitar 2.9 meter, serta ia memiliki bobot kotor capai 73 kg.
Drone ini menggunakan satu mesin pendorong berbahan bakar berat kategori JP5 dan mesin tersebut dapat mendorong drone intai V-BAT berjalan hingga di kecepatan maksimalnya sekitar 90 km/jam.
Serta dalam operasional penuh, drone Intai V-BAT dapat terbang secara non-stop diudara selama kurang lebih 11 – 13 jam.
Disamping itu drone V-BAT juga memiliki jangkauan kendali mencapai 100 kilometer.
Itu dia pembahasan tentang Drone MQ 35B V BAT Jadi Aset Baru Pasukan Khusus Indonesia.
Baca Juga: Gudang Bawah Tangga Bisa Jadi Tempat Rayap Berkembang Tanpa Disadari
Kunjungi selalu lintaspikiran.com untuk melihat lebih banyak informasi soal militer.



