Fregate Merah Putih ke 3 dan 4 Indonesia Pakai Rudal Buatan Inggris?

PROFIL KRI BALAPUTRADEWA 322: Kapal Fregate Kelas FMP Pertama Indonesia

Fregate Merah Putih ke 3 dan 4 Indonesia Pakai Rudal Buatan Inggris? Ini gambaran spesifikasi rudalnya.

Dalam Program Fregate Merah Putih batch 2 Indonesia, yang mencakup pemesanan lanjutan sebanyak 2 unit lagi Kapal Fregate Merah Putih.

Terdengar kabar, soal perubahan spesifikasi rudal yang akan dioperasikan pada kapal Fregate Merah Putih.

Dimana untuk dibatch ke 2 ini kapal perang besar tersebut, dikabarkan akan mengalami penyesuaian lanjutan.

Yang sejauh ini, dikabarkan akan mencakup perubahan pada ukuran platform peluncur Rudal Berbasis VLS, hingga potensi penggunaan teknologi dan sistem persenjataan dari Inggris.

Sehingga secara spesifikasi, besar kemungkinan akan ada perbedaan dengan, program Fregate Merah Putih Batch 1.

Dimana pada Fregate Merah Putih batch 1 milik Indonesia, rencananya akan dibekali oleh sistem, teknologi, dan sistem persenjataan full system dari Turki.

Baca Juga: Kenapa Indonesia Tertarik Pada Prototipe KF-21 Boramae

Dalam laporan SIPRI tahun 2025, menyebut, jika Indonesia telah memesan sebanyak:

  • 2 unit sistem MIDLAS
  • 2 unit sistem sonar FERSAH 100-N DSH
  • 4 unit sistem radar AKREP-200N AKR
  • 2 unit sistem radar CENK-400N
  • 2 unit sistem radar CENK-350N
  • Hingga adapun pemesanan amunisi, berupa Rudal jenis SIPER Block 1, Rudal Cakir, dan Rudal anti-kapal jenis ATMACA dari Turkiye.

Dimana komponen, perangkat, dan sistem persenjataan tersebut, berpotensi besar akan diaplikasikan pada Kapal Fregate Merah Putih Batch pertama.

Sedangkan untuk sistem persenjataan di Fregate Merah Putih Batch ke 2 ini, kabarnya akan menggunakan sistem rudal dari Inggris dan salah satu nama rudal yang disorot, ialah Sistem Rudal Pertahanan Udara jenis MBDA SEA CEPTOR.

Sejalan dengan itu, muncul juga kabar yang menyebut, soal adanya indikasi untuk merubah ukuran dan kapasitas rudal dari platform peluncur Rudal berbasis VLS, yang ada pada Kapal Fregate Merah Putih. Sebagaimana dikutip dari Indomiliter.

Dalam artikel yang diunggah oleh media pemerhati pertahanan ini, menjelaskan jika ada potensi dan indikasi, perubahan kapasitas sistem peluncuran rudal dan juga tingkat kedalaman dari tiap sistem peluncur rudal berbasis VLS.

Dimana perubahan tersebut, memungkinkan kedepannya sistem VLS pada kapal Fregate Merah Putih, dapat mengakomodir lebih banyak jenis dan tipe rudal modern berdaya jelajah tinggi.

Meski demikian, sejauh ini belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan dari pihak-pihak yang berada dalam program Fregate Merah Putih, termasuk Kementerian Pertahanan RI.

SEA CEPTOR sendiri merupakan sistem rudal pertahanan udara, yang dikembangkan oleh MBDA, sebagai rudal anti-pesawat dan rudal anti-rudal.

Di angkatan laut Inggris, rudal jenis SEA CEPTOR dihadirkan sebagai pengganti dari sistem rudal SEA WOLF, yang dianggap, tidak lagi relevan dengan teknologi pertempuran modern.

Di Indonesia, ini bukan pertama kalinya, nama sistem rudal jenis SEA CEPTOR dari MBDA, muncul sebagai calon sistem rudal pertahanan udara untuk angkatan laut Indonesia.

Dimana sebelumnya, MBDA telah lebih dulu menawarkan Indonesia, rudal Jenis SEA CEPTOR untuk diaplikasi pada sistem rudal di kapal perang permukaan kelas Bung Tomo milik Indonesia.

Secara ukuran, rudal jenis SEA CEPTOR buatan MBDA ini memiliki diameter rudal sekitar 166 mm dan rudal jenis ini memiliki bobot, capai 99 kg.

Sedangkan untuk kemampuan tempurnya, MBDA SEA CEPTOR ini memiliki jangkauan penargetan dan jelajah sejauh 25 km, dengan kemampuan terbang jelajah hingga di ketinggian 3.050 meter.

Sejalan dengan itu, Rudal jenis MBDA SEA CEPTOR ini juga dapat melesat ketarget hingga kecepatan Mach 3.

Selain munculnya nama sistem rudal pertahanan udara baru, yang dirumorkan akan melengkapi sistem rudal pertahanan udara dari Fregate Merah Putih Batch ke 2.

Adapun kabar mengenai pengoptimalan lanjutan pada desain, sistem CMS, dan pengintegrasian sistem sensor, pada Kapal Fregate Merah Putih Batch kedua.

Namun sejauh ini, informasi tersebut, belum ada konfirmasi lebih lanjut dari Kementerian Pertahanan Indonesia, ataupun dari pihak produsen, yang dalam hal ini ialah PT PAL Indonesia.

Disamping itu sejauh ini, Indonesia juga belum mengumumkan ke publik, mengenai kapan, kapal Fregate Merah Putih batch kedua akan memasuki fase produksi.

Sementara itu, saat ini PT PAL Indonesia tengah mempersiapkan proses produksi dari kapal selam jenis Scorpene Evolved, dan menurut laporan, pembangunan galangan kapal selam baru, terus dikebut oleh PT PAL Indonesia serta adapun kedatangan teknologi canggih dari Amerika Serikat, untuk mendukung proses produksi Kapal Selam.

Itu dia pembahasan tentang Fregate Merah Putih ke 3 dan 4 Indonesia Pakai Rudal Buatan Inggris?

Baca Juga: Indonesia Tertarik Pada Kapal Selam Buatan Rusia

Kunjungi selalu lintaspikiran.com untuk melihat lebih banyak informasi terkait alat militer.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Scroll to Top