Indonesia berencana beli MIG-29C dan UB Untuk Skadron Udara Agresor

Indonesia berencana beli MIG-29C dan UB Untuk Skadron Udara Agresor

Indonesia berencana beli MIG-29C dan UB Untuk Skadron Udara Agresor, berikut keunggulan serta asal muasal munculnya laporan tersebut.

Beberapa bulan lalu, Indonesia dikabarkan berencana untuk membentuk Skadron Udara Agresor untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan tempur dari para penerbang Angkatan Udara Indonesia.

Kabar ini muncul, bermula dari laporan kegiatan PT E-System Solution yang dipublikasikan olehnya diakun linkedin.

Cuitan SSE diakun LINKEDIN
Cuitan SSE diakun LINKEDIN

Dalam postingan ini, PT ESS tidak hanya menjabarkan soal keterlibatannya dalam kerjasama pengadaan sejumlah pesawat tempur ringan dan latih, jenis M346F Block 20 dari Italia untuk Angkatan Udara Indonesia.

Melainkan ia juga menjabarkan soal rencana PT ESS kedepannya, yang berencana untuk menyediakan pesawat tempur jenis MIG-29 varian C dan UB untuk skadron udara agresor Indonesia.

Langkah ini besar kemungkinan bertujuan agar Angkatan Udara Indonesia, dapat berlatih dalam kondisi pertempuran sangat nyata dan kompleks, serta dihadapkan langsung dengan salah satu pesawat tempur superior dari masa perang dingin.

Sejalan dengan itu, pesawat tempur jenis MIG-29 varian C dan UB yang rencananya akan dipasok oleh ESS ke Indonesia, kabarnya merupakan versi yang telah ditingkatkan.

Jadi dari segi kemampuan tempur, MIG-29 varian C dan UB milik Indonesia nantinya dapat bersaing dengan beragam jenis pesawat tempur modern milik Indonesia lainnya seperti Dassault Rafale, TF Kaan, hingga KF 21 Boramae Block 2.

Disamping itu, MIG-29 sendiri bukanlah jenis pesawat tempur yang dapat dianggap remeh, meski ia telah lahir sejak era perang dingin.

Sebab dari era perang dingin sampai saat ini, MIG-29 masih jadi salah satu jenis pesawat tempur buatan Rusia yang paling sering digunakan oleh banyak negara untuk menghadapi berbagai pertempuran udara. Diantaranya meliputi:

  • Perang Teluk Tahun 1991
  • Konflik Ethiopia – Eritrea tahun 1998
  • Perang Kosovo
  • dan yang terbaru, terlibat juga dalam perang Rusia-Ukraina.

Sementara itu dikubu aliansi militer NATO, MIG-29 adalah jenis pesawat tempur yang sering digunakan oleh banyak negara-negara NATO untuk berlatih skenario pertempuran udara langsung.

NATO sendiri mendapatkan sejumlah versi pesawat tempur MIG-29 dari beberapa negara pro Uni Soviet yang kini bergabung dengan NATO. Seperti:

  • Angkatan Udara Jerman Timur
  • Polandia
  • Slovakia
  • Bulgaria
  • dan Republik Ceko

Selain dari beberapa negara diatas, NATO juga mendapatkan sejumlah MIG-29 dari beberapa negara netral yang menjualnya dan salah satu negara tersebut Bernama Moldova.

MIG-29 sendiri merupakan pesawat tempur superioritas udara,

Yang Dikembangkan oleh biro desain Mikoyan dan diawal kemunculannya, MIG-29 dipersiapkan untuk menghadapi pesawat tempur buatan Amerika Serikat seperti F-15 dan F-16 Fighting Falcon.

Disamping itu, MiG-29 baru memulai kedinasannya di Angkatan Udara Soviet pada tahun 1983 dan setelah runtuhnya negara besar tersebut, mayoritas MIG-29 milik Angkatan Udara Soviet jatuh ke Rusia.

Sejak saat itu, Rusia terus meningkatkan potensi kemampuan tempur dari MIG-29 dan melahirkan beragam varian baru untuk menjawab berbagai tantangan perang Udara modern.

Terlepas dari itu PT ESS berencana melengkapi Skadron udara agresor Indonesia dengan MIG-29 varian C dan UB.

Dimana MIG-29 varian C dibentuk sebagai pesawat tempur multiperan berkursi tunggal dan telah dilengkapi juga dengan sistem radar untuk mendeteksi target udara dan darat.

Diversi yang telah ditingkatkan, MIG-29 versi C memiliki kemampuan peperangan elektronik dan dapat membawa rudal udara-ke-permukaan dan bomb berpandu laser.

Sementara varian UB, MIG-29 dihadirkan sebagai varian pesawat latih tingkat lanjut berkursi ganda.

Dari beberapa sumber menyebut, jika MIG-29 varian UB secara spesifikasi tidak memiliki sistem radar dan hanya menggunakan sensor inframerah untuk melacak target.

Kehadiran MiG-29 varian C dan UB bagi Angkatan Udara Indonesia, bukan sekedar penambahan alutsista.

Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan dan mengasah kemampuan tempur para penerbang Angkatan Udara Indonesia.

Sehingga nantinya diharapkan dapat melahirkan dan meregenerasi para penerbang Angkatan Udara yang semakin handal, professional, dan telah teruji dikondisi pertempuran sangat nyata.

Meski begitu dalam laporan kegiatan PT ESS tersebut,

belum disebutkan dari mana nantinya Indonesia akan memperoleh MIG-29 varian C dan UB.

Akan tetapi ada juga kabar, yang bilang jika MIG-29 varian C dan UB yang akan dioperasikan oleh Indonesia nantinya, berbentuk Simulator, jadi bukan dalam wujud unit pesawat tempur.

Baca Juga: Mengenal Tank Tempur Ringan P8 Buatan PT SSE Indonesia

Meski begitu kedua kabar ini belum ada landasan informasi lebih kuat, dimana dalam postingan SSE juga tidak menyebut soal wujud pesawat MIG-29 varian C dan UB untuk Indonesia nantinya, jadi mari kita tunggu update selanjutnya.

Jelajahi informasi soal militer lainnya di lintaspikiran.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Scroll to Top