Jepang Berencana Transfer Kapal Perusak ASAGIRI Untuk Indonesia

Jepang Berencana Transfer Kapal Perusak ASAGIRI Untuk Indonesia

Jepang Berencana Transfer Kapal Perusak ASAGIRI Untuk Indonesia, ini dia gambaran kemampuan dan spesifikasi dari kapal perusak buatan Jepang tersebut.

Kapal perusak multiperan kelas ASAGIRI telah dioperasikan oleh Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF) sejak 1988. Selama lebih dari tiga dekade, kapal ini digunakan untuk mengamankan wilayah perairan Jepang serta mendukung berbagai operasi internasional, termasuk misi pemberantasan pembajakan.

Baca Juga: Benarkah Indonesia Belum Punya Satuan Khusus Drone Militer?

Jepang sendiri, awalnya diketahui mempunyai sebanyak 8 unit Kapal Perusak kelas ASAGIRI, yang diantaranya ada:

  • JS ASAGIRI
  • JS Yamagiri
  • JS Yūgiri
  • JS Amagiri
  • JS Hamagiri
  • JS Setogiri
  • JS Sawagiri
  • dan JS Umigiri yang tergolong paling muda, serta jadi kapal perusak kelas ASAGIRI terakhir, yang diproduksi oleh Ishikawajima-Harima Heavy Industries, Jepang dan kapal ini mulai berdinas pada tahun 1991.

Dalam masa pengoperasiannya, Jepang juga beberapa kali diketahui melakukan perombakan status kapal, pada beberapa kapal perang kelas ASAGIRI punya Pasukan Bela Diri Maritim Jepang.

Dimana JS ASAGIRI dan JS Yamagiri diketahui beberapa kali diubah statusnya dari Kapal Perusak Umum berkode DD, menjadi kapal latih berkode TV. Perubahan ini bertujuan untuk melatih dan meregenerasi awak kapal Jepang, sebelum mereka ditugaskan ke kapal perusak kelas ASAGIRI lainnya.

Kemudian pada tahun 2012, JS ASAGIRI statusnya diubah kembali dari Kapal Latih, menjadi kapal perusak umum berkode DD, sedangkan JS Yamagiri kembali diubah menjadi kapal latih berkode TV pada tahun 2025 dan masih aktif bertugas hingga saat ini.

Sementara itu untuk mempercepat proses produksi dari ke 8 kapal perusak kelas ASAGIRI, Jepang juga melibatkan beberapa perusahaan produsen kapal terkemuka mereka, seperti:

  • Ishikawajima-Harima Heavy Industries
  • Mitsui E and S
  • Sumitomo Heavy Industries
  • Hitachi Zosen Corporation
  • dan Mitsubishi Heavy Industries.

Kapal perusak kelas ASAGIRI sendiri merupakan kapal perusak kawal umum multiperan generasi pertama, kelas kedua, yang dihadirkan untuk Pasukan Bela Diri Maritim Jepang.

Secara karaktertistik kapal perusak kelas ASAGIRI, mengadopsi dna lambung Kapal Perusak kelas Hatsuyuki, dengan ukuran yang dibuat lebih lebar dan berat.

Dimana kapal perusak kelas Asagiri mempunyai panjang lambung kapal diangka 137 meter, lebar 14,6 m, dan berat benaman kapal, dalam kondisi penuh capai 4.900 ton.

Serta kapal perusak ini mengandalkan, 4 mesin turbin gas Kawasaki- Rolls-Royce Spey SM1A sebagai sistem penggeraknya, Dengan mesin-mesin ini, memungkinkan kapal perusak kelas ASAGIRI – bergerak dikecepatan maksimal hingga 30 knot atau sekitar 55,6 km/jam.

Sementara untuk memperluas cakupan operasinya, kapal perusak multiperan ini mempunyai dek penerbangan dan hanggar pada bagian buritan kapal, yang mana fasilitas ini memungkinkan kapal perusak kelas Asagiri membawa satu unit helikopter sekelas SH-60 J/K Sea Hawk, yang dapat menjalankan operasi anti-kapal selam, hingga memperluas radius deteksi permukaan.

Sedangkan untuk mendukung kemampuan tempurnya, Kapal perusak kelas Asagiri didukung oleh satu meriam utama, Otobreda 76mm, sistem rudal permukaan-ke-udara jenis Mk29 Sea Sparrow, sistem rudal anti-kapal tipe RGM-84C Harpoon, dan sistem pertahanan diri Mk15 Phalanx.

Kemudian untuk sistem pertahanan anti kapal selam, kapal perusak ini menggunakan sistem rudal anti-kapal selam ASROC dan sistem tabung peluncur torpedo tiga tabung tipe HOS-302A (324mm), yang dapat menembakan torpedo berukuran 324 mm.

Tidak hanya itu, Kapal Perusak ini juga didukung oleh dua sistem peluncur chaff tipe MK36 dengan enam laras super cepat – yang dapat menembakan decoy untuk mengelabui rudal anti-kapal yang mendekat.

Sementara untuk menanggulangi serangan torpedo, Kapal Perusak Kelas ASAGIRI mempunyai sistem Nixie SLQ-25 yang dapat meluncurkan decoy untuk mengecoh arah serangan torpedo.

Disisi lain kapal, Jepang juga memasangkan sistem peperangan elektronik jenis ESM NOLR-6C dan OLT-3 pada kapal perusak kelas Asagiri, yang memungkinkan kapal tersebut dapat melakukan serangan elektronik dan menetralisir ancaman gelombang elektronik musuh.

Disamping itu Jepang juga membagi ke 8 kapal perusak kelas Asagiri tersebut kedalam dua kelompok, berdasarkan teknologi radar yang digunakan pada masing-masing kapal.

Dimana Kapal Perusak Kelas ASAGIRI berkode lambung DD-151 sampai DD-154, menggunakan sistem radar pencari udara tipe OPS-14 dan kapal perusak kelas ASAGIRI dengan nomor lambung dari DD-155 sampai DD-158 dilengkapi dengan radar pencari udara 3 Dimensi tipe OPS-24.

Selain itu ke-8 kapal perusak kelas ASAGIRI ini juga dibekali dengan sistem sonar frekuensi menengah buatan Mitsubishi tipe OQS-4A, adapun radar navigasi tipe OPS 20, dan radar pencarian permukaan jenis OPS-28.

Untuk mengoperasikan seluruh sistem kapal dan memaksimalkan potensi tempur kapal, Kapal Perusak Kelas ASAGIRI ini dapat membawa hingga 220 Awak kapal.


Jika kedepannya Indonesia dan Jepang secara resmi memulai fase transfer kapal perusak kelas ASAGIRI ke Indonesia, maka ada kabar soal rencana untuk melakukan modernisasi dan penyesuaian pada kapal perusak buatan Jepang tersebut, agar sesuai dengan kebutuhan operasional Angkatan Laut Indonesia.

Setelah membahas spesifikasi teknis pada kapal perusak kelas ASAGIRI, dapat disimpulkan jika secara usia, Kapal Perang ini usianya memang tidak muda, namun ia masih memiliki potensi kemampuan tempur yang luar biasa, terutama jika disandingkan dengan kapal perang milik negara-negara ASEAN.

dan jika rencana moderninsasi kapal ini benar adanya, maka ini akan memperpanjang usia pakai kapal dan mengakurasi kembali kemampuan tempur kapal.

Akan tetapi sejauh ini belum diketahui pasti, apakah sistem persenjataan pada kapal tersebut, juga masuk dalam paket rencana transfer kapal perusak kelas ASAGIRI ke Indonesia.

Itu dia pembahasan tentang, Jepang Berencana Transfer Kapal Perusak ASAGIRI Untuk Indonesia.

Baca Juga: Indonesia Bentuk Komando Pengendalian Drone Di Papua

Kunjungi selalu lintaspikiran.com untuk melihat lebih banyak informasi terkait perkembangan militer Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Scroll to Top