Mengenal SR-5 Sistem GMLRS Baru untuk Angkatan Darat Indonesia, benarkah spesifikasinya setara HIMARS Amerika.
Sistem Peluncur Roket Ganda Buatan China bernama SR5, yang tergolong sebagai GMLRS alias Guided Multiple Launch Rocket System, yang dikembangkan oleh Norinco Corporation.
GMLRS SR5 ini dirancang oleh China untuk pasar ekspor global dan sejauh ini alat militer jenis tersebut telah terjual ke negara Aljazair sebanyak 70 unit, Bahrain punya 4 unit, dan Venezuela membeli varian khusus.
Disamping itu, Indonesia juga dikabarkan akan jadi pengguna berikutnya dari sistem MLRS SR-5 buatan China dan kabar ini telah diposting oleh Lembaga Keris dan menyebut jika Sistem Peluncur Roket Ganda SR5 kini sedang diincar oleh TNI AD.
Baca Juga: Mengenal Pesawat Tempur I-22 Sikatan buatan Infoglobal
Kabar ini tentu menggeparkan jagat internet dan juga menambah daftar panjang rencana pembelian alat militer buatan China oleh Indonesia.
Salah satu keunggulan yang ditawarkan oleh sistem GMLRS SR-5 ini tentu terletak pada jenis roket yang dapat ia bawa.
Dimana SR-5 dapat mengakomodir sistem roket King Dragon 60 GR1 (220mm) yang memiliki sistem pemandu laser dan terintegrasi dengan fitur GPS/INS, serta roket jenis ini juga dapat mengkoreksi arah lintasan dan target pada fase terminal.
Selain itu ada juga sistem roket Fire Dragon BRE7 (122mm) yang dapat ditembakkan dari platform SR-5 dan amunisi ini juga telah didukung oleh teknologi satelite inersia dan GPS/INS.
Dimana kedua sistem roket ini, menurut Global Security, dapat memberikan jangkauan tembak pada sistem GMLRS SR5 capai sejauh 70 Km.
Angka yang cukup mengesankan, untuk sebuah sistem Guide MLRS yang dijual untuk pasar Ekspor.
Walaupun secara teknis, masih jauh dari sistem Roket M30A dan roket M31 series yang dipergunakan oleh Sistem MLRS HIMARS buatan Amerika Serikat, yang memiliki jangkauan tembak lebih dari 90 Km, namun negara Non-Aliansi AS, seperti Indonesia tentu akan kesulitan untuk mendapatkan ke kedua jenis amunisi Roket tersebut.
Selain prihal Sistem Roket canggih, SR-5 juga memiliki fleksibilitas tinggi dan telah didukung dengan kemampuan pengisian ulang amunisi Roket secara otomatis, tanpa perlu dukungan kendaraan logistik dengan fitur kren.
Disamping itu platform peluncur roket ganda SR-5 ini, mengandalkan truck tipe TAIAN TA5310 sebagai basis platform utama.
Dijalan raya, truck dengan bobot platform tanpa amunisi dan awak sekitar 25 Ton ini, dapat berjalan dengan kecepatan maksimum capai 85 km/jam, serta dapat beroperasi sejauh 600 km.
Selain itu, ia juga didukung dengan mekanisme penggerak 6×6, sehingga setiap axle memiliki daya dorong dan memperkecil potensi kegagalan sistem pada roda penggerak yang dapat menghambat jalannya operasi.
Sementara untuk kapasitas dari tiap unit sistem peluncur roket SR-5, bergantung pada jenis roket yang dioperasikan.
Dimana SR-5 dengan amunisi roket tipe 122 mm, per unitnya dapat membawa sebanyak 20 amunisi roket.
Sedangkan SR-5 dengan amunisi Roket tipe 220 mm, per unitnya hanya dapat membawa sebanyak 6 amunisi roket.
Disamping itu, jika Indonesia jadi mengakuisisi sistem Guide MLRS SR-5 buatan China, maka ada besar potensi perubahan pada basis platform truk yang akan digunakan.
Dimana Indonesia selalu mengedepankan unsur TKDN diberbagai aspek, maka Potensi penggunaan platform truck lokal sebagai basis utama pada sistem MLRS SR-5 bisa saja terbuka.
Dan kandidatnya, mungkin saja Truck RHINO buatan PT SSE, yang dikembangkan dari basis platform truk Kamaz buatan Rusia.
Itu dia pembahasan tentang Mengenal SR-5 Sistem GMLRS Baru untuk Angkatan Darat Indonesia.
Baca Juga: PAL Indonesia Luncurkan USV KAMIKAZE Baru
Kunjungi selalu lintaspikiran.com untuk melihat lebih banyak informasi militer.



