Mengenal Jet Tempur RAFALE Indonesia

Spesifikasi Pesawat Tempur RAFALE F4.1 Milik Indonesia

Mengenal Jet Tempur RAFALE Indonesia dan informasi serta fakta-fakta menarik dibaliknya.

Saat ini, Indonesia mempunyai sebanyak 6 unit jet tempur RAFALE buatan Dassault Aviation, Prancis.

Dimana ke 6 jet tempur tersebut, kini telah ditempatkan di Skadron Udara 12,Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

Yang mana ini telah sesuai dengan rencana TNI Angkatan Udara, sebagaimana telah dipublikasikan pada tahun 2024, terkait penunjukan dua lokasi Skadron Udara untuk jadi Home Base dari Jet Tempur RAFALE Indonesia.

Dan selain Skadron Udara 12, Indonesia juga telah menunjuk Skadron Udara 1, Lanud Supadio, Pontianak untuk jadi Home Base Jet Tempur RAFALE ke 2.

Baca Juga: Mengenal Tank Medium CFL-120 Varian Baru Dari Tank HARIMAU

Dengan hadirnya Jet Tempur RAFALE, Indonesia bisa secara bertahap mengisi ulang aset, mereposisi aset udara, hingga mempensiunkan sejumlah pesawat tempur Hawk TNI AU yang telah lanjut usia.

Jadi secara garis besar, RAFALE ini merupakan pesawat tempur yang dihadirkan, untuk menggantikan posisi dan peran dari pesawat tempur Hawk yang telah mengapdi sejak era 90-an.


Sebelum tibanya jet tempur RAFALE ke tanah air, banyak yang mengira jika RAFALE punya Indonesia merupakan versi standard F3.

Namun fakta berkata berbeda, dimana Indonesia memperoleh pesawat tempur RAFALE tipe F4 yang secara teknis memiliki kemampuan tempur lebih unggul dari RAFALE Standard F3.

Kemudian jelang kedatangan Jet Tempur RAFALE di Indonesia, terlihat ada beberapa unit pesawat tempur tipe Hawk dipindahkan dari Skadron Udara 12 menuju Skadron Udara 1, Lanud Supadio, Pontianak.

Dan kini, Skadron Udara 12 telah dihuni oleh 6 unit pesawat tempur RAFALE F4.

Secara visual, sebenarnya tidak ada perbedaan yang begitu mencolok antara RAFALE standar F3 dengan standard F4.

Hal ini dikarenakan Dassault Aviation lebih memfokuskan peningkatan pada bagian hardware internal dan kemampuan networking pesawat, serta peningkatan juga terjadi pada kemampuan peperangan elektronik.

Dimana dengan adanya peningkatan pada bagian hardware internal dan sistem networking pada pesawat.

Memungkinkan pesawat tempur RAFALE standard F4 ini memiliki kemampuan konektivitas dan kecerdasan jauh lebih unggul ketimbang Standard F series sebelum.

Termasuk soal peningkatan pada kemampuan sistem perlindungan diri SPECTRA.

Serta ini juga memungkinkan, RAFALE F4 dapat jadi jembatan penghubung antara pesawat tempur generasi 4.5 dengan pesawat tempur generasi ke 5 dan jet tempur RAFALE standard F5.


Disamping itu Pesawat tempur RAFALE buatan Prancis ini, merupakan pesawat tempur jenis Omnirole Fighter atau pesawat tempur multiperan, sehingga dalam sekali penerbangan, ia dapat menjalan lebih dari satu peran.

Sehingga Jet Tempur RAFALE ini dapat bermain sebagai unit penghancur dan melumpuhkan objek strategis musuh didaratan,

Sambil mempertahankan dominasi udaranya dan jika dibutuhkan dapat langsung berhadapan dengan pesawat tempur lawan.

Dengan peran serta fungsi yang begitu kompleks, maka tidak heran, jika pesawat tempur RAFALE memiliki kemampuan deteksi target sangat mengesankan.

Dimana jet tempur Dassault RAFALE, dibekali dengan teknologi radar AESA tipe RBE2 yang memiliki kemampuan deteksi 2 bidang pemindaian, yaitu Pemindaian secara horizontal dan vertikal, serta sistem Radar ini juga dapat mendeteksi objek hingga jarak sejauh 200 Km.

Disamping itu sistem Radar RBE2 juga dapat terkoneksi dengan sistem Rudal Jarak Jauh jenis METEOR dan pengintegrasian ini memungkinkan sistem Rudal METEOR dapat melumpuhkan target secara akurat pada jarak lebih dari 100 Km.

Tidak hanya itu, Sistem radar ini juga dapat membuat peta 3 dimensi secara real-time untuk mengikuti kontur medan di atas wilayah yang belum pernah dipetakan dalam kondisi buta.

Yang kemudian disajikan kedalam format peta beresolusi tinggi secara real-time kepada pilot, untuk menjalankan proses identifikasi dan penentuan target permukaan.

Serta sistem radar ini juga dapat melacak posisi berbagai objek angkatan laut, termasuk kapal perang.

Disamping itu jet tempur RAFALE juga didukung oleh sistem “Front Sector Optronics” yang memungkinkan pesawat tempur buatan Prancis ini dapat melacak keberadaan dari pesawat tempur siluman, sekaligus mengidentifikasi target secara visual pada jarak jauh. Dan sistem ini juga dapat membantu pilot untuk mengunci target.

Tidak sampai disana, Jet Tempur RAFALE juga memiliki sistem SPECTRA canggih, dan semakin canggih lagi pada RAFALE Standard F4 keatas.

yang mana dengan adanya sistem SPECTRA ini, memberikan pilot pesawat kesadaran situasional penuh selama operasi, dalam membaca ancaman yang mendekat dan potensi ancaman jarak jauh.

Selain itu sistem SPECTRA juga memiliki kemampuan peperangan elektronik, yang dapat memberikan umpan elektromagnetik, untuk mengecoh kemampuan pelacakan target pada sistem rudal anti pesawat musuh.

dan sistem SPECTRA juga dapat melakukan serangan gelombang elektronik ke sistem serta perangkat musuh, dan memanipulasi gelombang radar yang mengenainya.

untuk mengolah serta menyederhanakan data dari berbagai sensor dan sistem pesawat.

Di Jet Tempur RAFALE mengandalkan Modular Data Processing Unit (MDPU) dan Advanced Man Machine Interface (AMMI).

Sehingga Informasi yang diterima pilot telah dianalisis dan disajikan secara ringkas, dengan tujuan memudahkan identifikasi ancaman, peluang taktis, serta pengambilan keputusan dengan cepat.

Tidak sampai disana, Jet Tempur RAFALE punya Indonesia juga dapat membawa pod penjejak dan penargetan canggih jenis TALIOS.

Dengan kamera resolusi tinggi dan teknologi laser designation, memungkinkan sistem TALIOS untuk dapat memberikan gambar beresolusi tinggi terkait target kepada pilot.

Serta sistem TALIOS Juga dapat mengunci target yang telah ditetapkan dan membantu mengarahkan amunisi menuju target dengan tingkat presisi tinggi, menggunakan fitur Laser Designation yang dimilikinya.

Sistem TALIOS juga memiliki sensor inframerah, untuk mendukung operasi tempur pesawat dimalam hari.

Selain TALIOS, Jet Tempur RAFALE juga dapat dipasangkan dengan:

  • Thales Damocles targeting pod
  • dan Thales AREOS

Diatas Kertas, Jet Tempur RAFALE memiliki ukuran panjang pesawat diangka 15,3 meter, dengan bentang sayap capai 11 meter dan tinggi 5,3 meter.

Pesawat ini mengandalkan dua mesin pendorong tipe Snecma M88-4e turbofans, yang dapat mendorong pesawat dengan bobot kotor lebih dari 15 Ton ini, terbang di kecepatan capai 1.912 km/jam.

Dalam operasional tempur, Jet Tempur RAFALE dapat beroperasi sejauh 1,850 km – dengan 3 tangki bahan bakar eksternal.

Sedangkan dalam keadaan non-tempur, Jet Tempur RAFALE dapat terbang sejauh 3,700 km dengan membawa 3 tangki bahan bakar eksternal.

Sementara untuk mendukung kemampuan tempurnya, di Jet Tempur RAFALE ini, terdapat canon otomatis tipe GIAT 30 – yang dapat menembakkan hingga 2500 peluru/menit.

Dan di Jet Tempur RAFALE varian angkatan udara, terdapat sebanyak 14 titik pemasangan senjata eksternal, yang dapat digunakan untuk membawa berbagai jenis rudal dan bom pintar.

Sedangkan diversi Angkatan Laut, hanya memiliki sekitar 13 titik pemasangan senjata eksternal.

Untuk tipe rudal yang dapat dibawa oleh Jet Tempur RAFALE juga tergolong beragam dan dapat disesuaikan mengikuti kebutuhan operasi. diantaranya ada:

  • Rudal Udara ke Udara jenis MICA
  • Rudal METEOR
  • dan, Rudal tipe R.550 Magic.

Untuk serangan udara ke darat, dapat menggunakan sistem rudal:

  • Amunisi Pintar AASM Hammer
  • BOM MK series
  • MBDA APACHE
  • MBDA Storm Shadow
  • Rudal AS30L
  • dan Rudal EXOCET.

Serta pesawat ini juga dimungkinkan dapat membawa sistem Rudal anti kapal MBDA Stratus untuk melumpuhkan kapal musuh.

Dari semua sistem persenjataan diatas, sejauh ini Indonesia baru memperoleh

Sistem rudal udara ke udara METEOR, dengan kemampuan jelajah sekitar 100 km dan AMUNISI AASM HAMMER tipe 250.

Selain membeli amunisi secara impor, Indonesia juga dikabarkan mendapatkan akses untuk memproduksi secara lokal amunisi pintar AASM HAMMER, yang kabarnya akan dikerjakan oleh PT PINDAD Persero.

Selain itu, Jet Tempur RAFALE Indonesia juga secara bertahap akan diintegrasikan dengan amunisi pintar buatan Indonesia, seperti BNT Series.

Itu dia pembahasan kita tentang Mengenal Jet Tempur RAFALE Indonesia.

Baca Juga: Melihat Deretan Rudal Canggih Punya RAFALE Indonesia

Kunjungi selalu lintaspikiran.com untuk melihat lebih banyak informasi seputar teknologi dan alutsista militer.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Scroll to Top