Kapal Selam Kelas OYASHIO Jepang Dilirik Oleh Indonesia, ini dia spesifikasi dan sejauh mana perkembangannya.
Dalam beberapa tahun belakangan ini, hubungan pertahanan Indonesia dengan Jepang mengalami peningkatan signifikan, hingga berada pada fase tertingginya dan kedua negara juga memperluas cakupan kerjasama pertahanan, Serta melahirkan banyak informasi terkait rencana transfer kapal perang dan kapal selam buatan Jepang ke Indonesia, yang menunjukkan komitmen nyata Jepang untuk mendukung kedaulatan maritim dan stabilitas keamanan Indonesia di kawasan Indo-Pasifik.
Dimana kali ini, Ada Kapal Selam kelas Oyashio, yang kini dikabarkan masuk dalam daftar rencana transfer kapal militer buatan Jepang ke Indonesia.
Baca Juga: Spesifikasi Sistem Rudal KM-SAM Block 2 Untuk Indonesia
Oyashio Class sendiri merupakan kapal selam tipe penyerang, yang didesain tidak hanya terpaku pada kecepatan dan kecanggihan sistem persenjataanya saja, melainkan ia mempunyai sistem pendengaran super sensitif serta juga sulit dideteksi keberadaanya, sehingga dahulu ia dijuluki sebagai salah satu kapal selam dengan kemampuan siluman.
Yang mana kemampuan siluman ini berasal dari penggunaan struktur lambung kapal selam, yang terbuat dari Baja Tahan Regang berkekuatan Tinggi dan bagian luarnya, dilapisi karet khusus yang mampu menyerap suara dari dua arah (kabin dan eksternal).
Sedangkan pendengaran sensitif yang dimiliki oleh Kapal Selam kelas Oyashio ini, berasal dari teknologi sonar yang dibawanya.
Kapal Selam kelas Oyashio telah dibekali dengan teknologi Flank Array Sonar, sehingga terpasang banyak sensor pada area lambung kapal, untuk mendeteksi suara dan arah suara yang ditimbulkan dari pergerakan objek dibawah laut serta permukaan laut.
Tidak hanya itu kapal selam Jepang ini juga dibekali dengan hull-mounted sonar (HMS) tipe ZQQ-6 dan sistem sonar Towed Array tipe ZQR-1 TASS Untuk mendeteksi objek bawah laut dari jarak jauh.
Sementara saat muncul kepermukaan, kapal selam kelas Oyashio ini, mengandalkan sistem radar pencari udara dan permukaan tipe ZPS-6F yang menggunakan pita frekuensi I-Band, sama seperti pada kapal selam Jepang kelas Harushio.
Diatas kertas Kapal Selam kelas Oyashio memiliki panjang keseluruhan kapal capai 82 meter, lebar 8,9 meter, dan bobot perpindahan kapal dipermukaan ada diangka 2.750 ton, serta Kapal selam ini dapat membawa sekitar 70 awak kapal.
Sedangkan untuk sistem persenjataannya, di kapal selam kelas Oyashio ini dibekali dengan 6 sistem peluncur torpedo tipe HU-605, yang dapat menembakkan sistem torpedo tipe 89 dan sistem rudal anti-kapal tipe UGM-84D Harpoon dari bawah permukaan laut, dengan jangkauan jelajah dari rudal anti kapal jenis ini capai 124 km.
Sementara sistem torpedo tipe 89 dibekali dengan sistem pelacakan pasif dan aktif, yang dapat menjangkau target sejauh 50 Km, serta dapat melaju di kecepatan maksimal sekitar 130 Km/jam dan membawa hulu ledak seberat 267 kg.
Untuk sistem penggeraknya Kapal selam kelas ini, menggunakan sistem propulsi diesel-electric, mencakup penggunaan 2 mesin diesel tipe Kawasaki 12V25S, 2 sistem alternators Kawasaki, dan 2 sistem motor electrik Toshiba.
Serta dengan rangkaian sistem tersebut, memungkinkan Kapal Selam kelas Oyashio mempunyai daya penggerak lebih dari 7,700 Hp dan mampu menggerakan kapal dengan bobot menyelam lebih dari 4.000 ton ini, bergerak pada kecepatan lebih dari 20 not.
Dari ke 11 unit Kapal Selam kelas Oyashio punya Pasukan Bela Diri Maritim Jepang,
saat ini, ada 2 dari total 8 unit kapal yang masih aktif beroperasi, telah dialihfungsikan menjadi kapal latih, dan 3 unit lainnya telah dipensiunkan.
Terlepas dari itu, jumlah kapal selam aktif milik Angkatan Laut Indonesia juga belum memenuhi standar Minimum Essential Force (MEF) yang telah ditetapkan pada tahun 2024.
Yang mengharuskan Indonesia mempunyai sebanyak 12 unit kapal selam aktif.
Sementara sampai saat ini, Indonesia hanya mengoperasikan sekitar 4 unit kapal selam aktif.
Meski begitu saat ini Indonesia juga sedang menjalankan, program pembangunan 2 unit kapal selam tipe SCORPENE Evolved LIB oleh PT PAL Indonesia, yang pembangunannya baru dimulai pada tahun 2026 ini dan kita harus menunggu beberapa tahun kedepan, untuk melihat kapal selam canggih ini memperkuat angkatan laut Indonesia.
Serta menambah jumlah aset kepemilikan kapal selam Indonesia dari 4 unit, menjadi 6 Unit.
Jika Rencana Transfer Kapal Selam ini jadi terealisasikan, maka ini dapat menambah kekuatan tempur bawah laut Indonesia, baik secara kualitas maupun kuantitas.
Sekaligus memperkecil gap Minimum Essential Force Indonesia saat ini dibidang Kapal Selam.
Itu dia pembahasan tentang Kapal Selam Kelas OYASHIO Jepang Dilirik Oleh Indonesia.
Baca Juga: Melihat Keuntungan Indonesia Jadi Pusat MRO Pesawat Hercules Amerika
Kunjungi selalu lintaspikiran.com untuk melihat lebih banyak informasi seputar militer.



