Spesifikasi Sistem Rudal KM-SAM Block 2 Untuk Indonesia

Spesifikasi Sistem Rudal KM-SAM Block 2 Untuk Indonesia

Spesifikasi Sistem Rudal KM-SAM Block 2 Untuk Indonesia, buatan Korea Selatan, tapi dikembangkan oleh Rusia?

Sistem Rudal KM-SAM Block 2 buatan Korea Selatan, kini masuk dalam radar pengadaan sistem pertahanan udara baru untuk Indonesia.

Baca Juga: Melihat Keuntungan Indonesia Jadi Pusat MRO Pesawat Hercules Amerika

Dimana Jakarta dikabarkan telah mengeluarkan dokumen Letter of Intent (LoI) untuk mengakuisisi 2 baterai sistem pertahanan udara KM-SAM Block 2 buatan Korsel.

Yang mana nantinya ada kemungkinan untuk sistem radar dan peluncur rudal untuk Indonesia, akan diperoleh dari Hanwha Aerospace, sedangkan sistem rudal dan perangkat pendukung akan disediakan oleh LIG Defense and Aerospace.


Korea Selatan sendiri mengandalkan sistem Rudal KM-SAM, sebagai pelapis kedua untuk menjaga langit kota Seoul dari potensi serangan rudal balistik Korea Utara dan sejauh ini negara tersebut telah mengoperasikan sekitar 19 baterai KM-SAM dan ada 6 baterai KM-SAM Block 2 lagi dalam pemesanan.

Sistem Rudal Pertahanan Udara KM-SAM ini, juga baru memasuki layanan pertahanan Korea Selatan pada pertengahan tahun 2015, untuk menggantikan sistem rudal Raytheon MIM-23 Hawk buatan Amerika Serikat, yang telah lanjut usia.

Tapi uniknya, dalam pengembangan sistem Rudal KM-SAM ini, Korea Selatan justru melibatkan Rusia sebagai kontraktor utama, ketimbang Amerika Serikat yang merupakan sekutu utama Korsel.

Dengan demikian, maka dalam pengembangannya sistem rudal pertahanan udara ini, dikerjakan langsung di Rusia, oleh Biro Desain Almaz dan juga turut melibatkan perusahaan dari Korea Selatan seperti Samsung Thales, LIG Defense & Aerospace, serta Doosan DST.

Menurut sumber terbuka, Sistem Rudal Pertahanan Udara KM-SAM atau Korean Medium-range Surface-to-Air Missile ini, dikembangkan dari basis teknologi Rudal 9M96 buatan Rusia, yang mana Teknologi Rudal Tersebut, juga digunakan oleh Moskow untuk mengembangkan sistem rudal S-350E dan sistem Rudal S-400.

Kemudian setelah semua tahap pengembangan dari sistem Rudal KM-SAM ini selesai, barulah sistem Rudal Pertahanan Udara tersebut dilokalisasi oleh Korea Selatan dan negara ini menamai sistem Rudal tersebut sebagai sistem rudal Cheongung, dengan keseluruhan program produksi dari sistem rudal ini dilakukan didalam negeri.

Meski dikembangkan oleh Rusia, namun sistem Rudal Pertahanan Udara KM-SAM tersebut, kabarnya tidak menggunakan komponen buatan Rusia, dengan begitu maka Korea Selatan, dapat terhindar dari pengaruh sangsi Rusia, yang diterapkan oleh AS dan sekutunya.

Disamping itu, Sejauh ini Korea Selatan telah mengembangkan sistem rudal KM-SAM kedalam 2 Block, yang dikenal sebagai KM-SAM Blok 1 dan KM-SAM Block 2, meski begitu, saat ini Korsel lebih mendorong penjualan sistem rudal KM-SAM Block 2 yang lebih canggih, ke pasar Ekspor.

Sedangkan KM-SAM Block 1, mayoritas diproduksi untuk kebutuhan domestik Korea Selatan, yang kini juga tengah beralih ke sistem rudal KM-SAM Block 2.

Tidak sampai disana, kini Korsel juga sedang menjalankan program Rudal KM-SAM Block 3, yang akan dibekali dengan kemampuan sistem Radar AESA.

Terlepas dari itu, Sistem Rudal KM-SAM Block 2 sendiri, yang merupakan calon sistem rudal pertahanan udara Indonesia, dikabarkan baru memasuki layanan pertahanan Korea Selatan pada tahun 2012, dengan sekitar 1 sistem baterai pertahanan udara KM-SAM Block 2 telah beroperasi.

Disamping itu, untuk setiap Satu sistem baterai pertahanan udara KM-SAM, terdiri dari 4 – 6 unit Kendaraan peluncur Rudal, dengan tiap unitnya mempunyai 8 sistem tabung peluncur Rudal.

Selain sistem peluncur Rudal, ditiap baterai sistem pertahanan udara KM-SAM, juga dilengkapi dengan Kendaraan Pembawa Radar Multifungsi, Kendaraan Command and Control Center Rudal, kendaraan pembawa amunisi rudal, dan kendaraan pendukung lainnya.

Sementara untuk kemampuan tempur dari sistem Rudal Pertahanan Udara ini, terutama untuk di sistem rudal pertahanan udara KM-SAM Block 1 dan Block 2, menggunakan sistem radar 3D PESA, dengan radius deteksi target sejauh 100 Km dan dapat mengakuisisi sebanyak 40 target secara bersamaan.

sedangkan untuk amunisi rudal yang digunakan, pada sistem Rudal KM-SAM Block 1 dapat menjangkau target sejauh 40 Km, dan untuk di Block 2-nya, ia menggunakan sistem rudal yang dapat mengejar target sejauh 50 km.

Serta kedua sistem rudal tersebut, juga dapat menjangkau target hingga diketinggian capai 15 km, atau sekitar 49.000 kaki dari permukaan tanah.


Jika rencana Indonesia untuk mengakusisi sekitar 2 baterai pertahanan udara KM-SAM Block 2 ini jadi terealisasikan dengan baik, maka Indonesia berpotensi memperoleh hingga 12 kendaraan peluncur rudal, beserta unit sistem pendukung.

Disamping itu, Jika dibaca dari kemampuan teknis yang dimiliki oleh sistem Rudal KM-SAM ini, terutama terkait kemampuannya dapat pencegatan Sistem Rudal Balistic, maka ada kemungkinan jika sistem rudal ini nantinya akan ditempatkan diobjek vital negara, seperti ibu kota negara, pusat pemerintahan, pabrik alutsista, hingga fasilitas militer bernilai tinggi.

Terlepas dari itu semua, sejauh ini belum ada bocoran, terkait jadwal pengiriman sistem rudal buatan Korea Selatan tersebut ke Indonesia, hal ini dikarenakan Jakarta saat ini, baru mengeluarkan surat yang menyatakan ketertarikan Indonesia pada sistem Rudal KM-SAM Block 2 dan belum memasuki fase aktivasi kontrak pembelian.

Itu dia pembahasan tentang Spesifikasi Sistem Rudal KM-SAM Block 2 Untuk Indonesia.

Baca Juga: Melihat Kecanggihan Rudal ASTRA India Untuk Indonesia

Kunjungi selalu lintaspikiran.com untuk melihat lebih banyak informasi seputar militer.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Scroll to Top