Melihat Keuntungan Indonesia Jadi Pusat MRO Pesawat Hercules Amerika dikawasan Asia dan bagaimana respon kawasan?
Dipertengahan tahun 2026 lalu, Indonesia dipilih oleh Amerika Serikat sebagai pusat Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) untuk banyak pesawat multiperan tipe Hercules milik Amerika Serikat yang beroperasi dikawasan ASIA.
Informasi ini kala itu cukup menghebohkan kawasan, terutama ditengah tensi geopolitik global yang terus menghangat dan memburuknya hubungan China dengan Amerika Serikat.
Hal ini juga yang membuat DPR RI, sempat mewanti-wanti pihak terkait, dengan tujuan untuk memastikan sikap netralitas Indonesia tetap terjaga.
Baca Juga: Melihat Kecanggihan Rudal ASTRA India Untuk Indonesia
Tapi sebenarnya apa alasan Amerika Serikat memilih Indonesia sebagai pusat MRO dari pesawat Hercules AS dikawasan Asia, dan apakah Indonesia akan diuntungkan, Mari kita bahas.
Jika berkaca pada sejarah, Indonesia merupakan salah satu negara di ASIA yang memiliki kemampuan MRO ke banyak pesawat militer buatan Amerika Serikat dan sekutu.
Dimana melalui program Falcon STAR, Indonesia berhasil meningkatkan usia pakai dan kemampuan tempur dari pesawat Tempur F-16 Fighting Falcon didalam negeri.
Tidak hanya itu, T-50i Dari Korea Selatan, Pesawat Multiperan C-130 Hercules buatan Amerika, pesawat tempur tipe Hawk 109 dan 209 buatan Inggris hingga beragam jenis helikopter militer buatan Eropa serta Amerika Serikat, semua telah berhasil menjalani program MRO dan Upgrade di Indonesia.
Dengan tingginya jam terbang Indonesia, terutama berkaitan pada pengalaman MRO pesawat multiperan Hercules dan letak Indonesia yang sangat strategis, telah menjadi dua faktor, mengapa AS lebih memilih Indonesia sebagai pusat maintenance dari pesawat Hercules miliknya yang beroperasi dikawasan ASIA.
Bagi Indonesia ini adalah kesempatan emas, guna meningkatkan pendapatan industri kedirgantaraan dalam negeri, sekaligus menambah pengalaman dan juga berpotensi menyerap lebih banyak tenaga kerja ahli dibidang tersebut.
Sedangkan Dari segi diplomacy, memang kawasan akan mulai mengkhawatirkan posisi netralitas Indonesia, karena dapat dianggap mendukung kehadiran militer AS dikawasan ASIA.
Namun kita tau, dikawasan Asia Tenggara saja, tidak semua negara dapat bersikap netral sepenuhnya dan cenderung sering bermain dua kaki, maka sudah semestinya kata “Netral” ini dapat diartikan sebagai bentuk kebebasan dalam menjalin kerja sama dengan seluruh negara di dunia, tanpa harus mengadopsi sudut pandang politik dari negara tersebut, atau mengorbankan sudut pandang politik serta kepentingan dalam negeri.
Disamping itu, dipilihnya Indonesia sebagai pusat MRO dari pesawat Hercules milik Amerika dikawasan ASIA, dapat diartikan sebagai bentuk kepercayaan Amerika Serikat terhadap Indonesia.
Jika nantinya semua telah terealisasikan, maka program MRO pesawat Hercules AS akan dijalankan di fasilitas Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat.
Itu dia pembahasan tentang Melihat Keuntungan Indonesia Jadi Pusat MRO Pesawat Hercules Amerika.
Baca Juga: Mengenal Program Rudal MERAPI Buatan Indonesia
Kunjungi selalu lintaspikiran.com untuk melihat lebih banyak informasi seputar dunia militer.



