Mengenal Program Rudal MERAPI Buatan Indonesia

Mengenal Program Rudal MERAPI Buatan Indonesia

Mengenal Program Rudal MERAPI Buatan Indonesia, dikembangkan oleh Universitas Ahmad Dahlan dan PT DAHANA, ini dia spesifikasinya.

Indonesia kini mempunyai program rudal pertahanan udara baru, yang tengah dikembangkan oleh Pusat Riset Center for Integrated Research and Innovation (CIRNOV) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama PT DAHANA, bagian dari holding industri pertahanan nasional, DEFEND ID.

Dalam program ini, CIRNOV Universitas Ahmad Dahlan sedang berusaha untuk untuk menghadirkan sistem Rudal pertahanan udara anti-pesawat Portabel, guna mendukung sistem pertahanan udara Indonesia.

Baca Juga: Indonesia Buat Replika Kapal Induk Garibaldi Di SKADRON UDARA 100

Program rudal anti-pesawat MERAPI ini kabarnya telah dijalankan sejak tahun 2018, serta dalam proses pengembangannya, turut melibatkan juga DISLITBANG TNI Angkatan Darat, PT DAHANA, hingga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dalam pengembangannya, sistem Rudal Pertahanan Udara MERAPI dirancang dengan konsep “fire and forget”. Teknologi ini memungkinkan rudal bergerak menuju target secara otonom tanpa perlu panduan konstan dari operator.

Mengusung desain minimalis, ringkas, dan memiliki bobot tergolong ringan, yaitu hanya dikisaran 10 kg.

Turut membuat sistem Rudal MERAPI jadi sangat fleksibel untuk diintegrasikan ke berbagai platform, seperti kendaraan taktis, kendaraan lapis baja ringan, maupun dibawa langsung oleh pasukan infanteri, hingga sistem rudal ini juga dapat dioperasikan sebagai secondary armament, yang diperuntukan

untuk menetralisir ancaman drone Kamikaze dan berbagai objek udara lainnya.

Disamping itu sistem rudal MERAPI juga kabarkan telah beberapa kali menjalani fase ujicoba, termasuk uji tembak yang salah satunya dilakukan pada bulan Desember tahun 2021 di fasilitas lapangan tembak Area Weapon Range (AWR) milik TNI AU, yang berlokasi di Lumajang, Jawa Timur.

Dari hasil uji tembak yang dilakukan, Berhasil Menunjukkan performa roket pendorong pada sistem rudal MERAPI, tampil sangat konsisten dan mampu mencapai sasaran sejauh 3.000 meter.

Sejalan dengan itu, sistem roket pendorong yang digunakan pada Rudal MERAPI ini, kabarnya menggunakan bahan bakar buatan PT DAHANA yang dikembangkan dengan komposisi khusus untuk sistem Rudal MERAPI.

Cara pengoperasian dari sistem rudal MERAPI juga tidak jauh berbeda dengan mekanisme operasional dari Sistem Rudal MANPADS.

Dengan cara kerja tersebut, maka Developer dikatakan juga telah memastikan tiap komponen pada Sistem Rudal MERAPI dapat tahan pada hentakan capai 20G dan memastikan tiap komponen dapat bekerja dengan optimal, serta untuk memastikan amunisi tidak kehilangan Target, maka sistem Rudal MERAPI juga terdapat sensor inframerah untuk mendeteksi jejak panas pada target.

Diatas kertas sejauh ini belum banyak informasi teknis yang dipublikasikan oleh pihak developer terkait sistem rudal Merapi, akantetapi beberapa sumber ada yang menyebut, jika sistem Rudal MERAPI memiliki ukuran diameter Rudal diangka 70mm dan Kecepatannya diproyeksikan ada dikisaran 650 km/jam sampai Mach 1.

Dalam operasional penuh, Sistem rudal MERAPI kedepannya diharapkan dapat melumpuhkan pesawat tempur, helikoper militer, serta sasaran udara lainnya seperti drone, dan amunisi rudal jelajah.

Sejauh ini, sistem Rudal MERAPI masih dalam tahap penyempurnaan, dan memerlukan waktu sekitar 1-2 tahun lagi, untuk bisa disertifikasi serta digunakan oleh angkatan bersenjata Indonesia.

Itu dia pembahasan tentang Mengenal Program Rudal MERAPI Buatan Indonesia.

Baca Juga: Bahas Kekuatan Drone dan Pesawat Nirawak Indonesia

Kunjungi selalu lintaspikiran.com untuk melihat lebih banyak informasi seputar teknologi dan alutsista militer.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Scroll to Top