Indonesia dirumorkan Beli 33 unit Panser BADAK 6X6 dari PINDAD, mari kita lihat spesifikasinya.
Panser BADAK 6×6 kembali menjadi perhatian, setelah muncul rumor mengenai rencana pengadaan tambahan, sebanyak 33 unit Panser BADAK varian Fire Support Vehicle (FSV) untuk TNI Angkatan Darat.
Jika terealisasi, rencana tersebut akan menjadi tambahan signifikan terhadap jumlah Badak 6×6 yang telah dioperasikan TNI AD.
Namun, angka 33 unit tersebut masih berada pada tahap rumor dan belum terdapat konfirmasi resmi yang dapat memastikan jumlah maupun status pengadaannya.
Rencana pengadaan Panser Badak sebenarnya bukan hal baru, dimana dahulu, Indonesia pernah berencana untuk membeli sebanyak 50 unit Panser BADAK dari PT PINDAD, setelah kendaraan tersebut menyelesaikan proses pengujian dan sertifikasi.
Baca Juga: Mengenal Kapal Tipe LPC-65 Buatan Turkiye
Dalam perkembangannya, rencana tersebut mengalami perubahan, sehingga di tahun 2018, Indonesia dikabarkan merevisi rencana pembelian Panser BADAK, dari 50 unit menjadi 14 unit.
Secanggih Apa Panser BADAK Buatan PINDAD
Panser Badak merupakan kendaraan tempur lapis baja berpenggerak 6×6 yang dikembangkan oleh PT PINDAD, bersama industri pertahanan Korea Selatan dan Belgia.
Sejauh ini ada beberapa varian yang telah dihadirkan oleh PINDAD ke publik, salah satunya ia versi Fire Support Vehicle atau FSV.
Dimana pada varian ini, Panser BADAK dirancang untuk memberikan dukungan tembakan bagi pasukan di medan operasi.
Konfigurasi tersebut membuat Badak tidak hanya berfungsi sebagai kendaraan angkut lapis baja, tetapi juga membantu mendobrak posisi pertahanan musuh, melalui meriam kaliber besar yang dibawanya.
Disamping itu dengan enam roda berpenggerak, Badak memiliki mobilitas yang sesuai untuk berbagai kondisi medan, termasuk lingkungan perkotaan dan jalan dengan permukaan yang tidak beraspal.
Konsep ini juga membuatnya memiliki karakter berbeda dibandingkan kendaraan tempur buatan PINDAD lainnya
Salah satu karakter paling menonjol dari Panser BADAK adalah penggunaan turret dengan meriam kaliber 90 mm.
Pada pengembangannya, Badak mengadopsi sistem turret CSE 90 buatan John Cockerill Defence dari Belgia dan kini sistem turret tersebut, telah dirakit secara lokal oleh PT PINDAD.
Sehingga waktu produksi dapat dipangkas, sekaligus menurunkan persentase penggunaan komponen impor pada Panser BADAK.
Terlepas dari itu, diatas kertas Panser BADAK memiliki panjang sekitar 6,3 meter, lebar 2,2 meter, serta tinggi sekitar 3,6 meter.
Kendaraan ini disebut juga memiliki jangkauan jelajah sekitar 450 kilometer, dengan bobot tempur sekitar 9 ton dan kecepatan maksimum sekitar 80 kilometer per jam.
Baca Juga: Mengenal Kapal Serang Ringan X33 Buatan PT LUNDIN
Itu dia pembahasan tentang Indonesia dirumorkan Beli 33 unit Panser BADAK 6X6 dari PINDAD.
Kunjungi selalu lintaspikiran.com untuk melihat lebih banyak informasi seputar militer.



