Mengenal Kapal Tipe LPC-65 Buatan Turkiye

Mengenal Kapal Tipe LPC-65 Buatan Turkiye

Mengenal Kapal Tipe LPC-65 Buatan Turkiye, benarkah Indonesia tengah memesan kapal tipe tersebut? dan bagaimana kemampuan tempurnya.

Large Patrol Craft tipe 65 (LPC-65) merupakan kapal perang multiperan yang dikembangkan oleh galangan kapal Turkiye, TAIS Shipyard.

Indonesia juga dikabarkan tertarik pada kapal tempur berukuran 65 meter ini, untuk memperkuat angkatan lautnya.

Dimana Indonesia dikabarkan oleh sumber terbuka, tengah mengakusisi sekitar 2 unit kapal tipe LPC-65 dari Turkiye.

Pemotong baja pertama dari projek LPC-65 Indonesia, telah dimulai pada bulan Oktober 2024 lalu dan diproyeksikan kapal LPC-65 ini, ditahun 2026 dapat melakukan ujicoba laut, dengan target pengiriman perdana ke Indonesia pada tahun 2027 mendatang.

Dengan rentang ukuran diangka 65 meter, kapal ini hampir setara dengan panjang dari KRI BELATI nomor lambung 622, yang ada di kisaran panjang 62 meter, akan tetapi karena adanya faktor pembulatan, maka projek LPC-65 ini, ia digenapkan menjadi tipe 70 meter.

Baca Juga: Mengenal Kapal Serang Ringan X33 Buatan PT LUNDIN

Disamping itu meski secara dimensi, ia dapat digolongkan sebagai Kapal Cepat Rudal (KCR), namun soal sistem persenjataan, sistem navigasi, dan gaya peperangan laut, kapal ini kelasnya berada diatas, dari mayoritas kapal cepat rudal Indonesia saat ini, sebab kapal tipe LPC-65 tersebut, dibekali dengan beragam kemampuan tempur modern.

Dimana kapal LPC-65 ini, menurut TAIS Shipyard, dirancang sebagai kapal perang multiperan yang dapat melakukan misi peperangan anti serangan udara, anti-permukaan, dan anti-kapal selam.

Untuk mendukung setiap operasinya, kapal ini dipersenjatai sistem persenjataan setara kapal jenis Korvet, yang diantaranya, meliputi sistem:

  • Meriam Reaksi Cepat Kaliber 76 mm.
  • Meriam laras ganda kaliber 40 mm pada area buritan kapal.
  • 2×4 sel rudal anti kapal ATMACA
  • dua konsol senapan mesin berat 12,7mm
  • Dan sistem roket anti kapal selam buatan Roketsan.

Meski demikian, belum ada laporan resmi yang menyebutkan soal merek dan jenis persenjataan yang akan dibawa oleh kapal LPC-65, walaupun besar kemungkinan semuanya akan menggunakan sistem persenjataan buatan perusahaan pertahanan dari Turkiye.

Sedangkan untuk sistem peperangan laut dan navigasi kapal, LPC-65 ini dirancang Menggunakan Combat Management System Advent dari Havelsan dan dilengkapi juga dengan sensors electro-Optical, radar pencari 3 Dimensi – komunikasi HF, UHF and VHF, hingga sistem komunikasi dan sharing data berbasis SATCOM.

Sementara untuk sistem peperangan elektronik, kapal ini menggunakan teknologi RESM, yang besar kemungkinan dari Elettronica Group. Sama seperti kapal militer Indonesia lainnya, dengan perlengkapan dan perangkat dari Turkiye.

Sedangkan untuk mendukung operasional, kapal dengan panjang 65 meter, 9,45 meter, dan bobot kapal sekitar 660 ton ini, mengadopsi propulsi kombinasi diesel and diesel, dengan fitur CPP.

Yang memungkinkan dua mesin pada kapal LPC-65 ini mampu beroperasi sejauh 2.778 kilometer dan berlayar non-stop dilautan selama 7 hari.

Dengan kecepatan jelajah dari kapal LPC-65 ini ada diangka 19 knot dan maksimalnya sekitar 29 knot.

Serta untuk menjalankan sistem kapal dan sistem persenjataan, Kapal ini dapat beroperasi dengan awak sekitar 55 personil terlatih.

Hadirnya kapal LPC-65 Produksi Turkiye di lautan Indonesia, tidak hanya meningkatkan kemampuan tempur dari Angkatan Laut Indonesia. Melainkan juga mengupgrade standar baru, untuk kapal militer kelas 70 meter.

Sehingga kedepannya, Indonesia akan memproduksi kapal militer dikelas 70 meter, dengan kemampuan dan teknologi setara atau diatas dari Kapal militer projek LPC-65 ini.

Dan ini tentu akan jadi tantangan baru, bagi industri perkapalan dalam negeri, untuk meningkatkan kemampuan produksinya.

Baca Juga: Mengenal SR-5 Sistem GMLRS Baru untuk Angkatan Darat Indonesia

Itu dia pembahasan tentang Mengenal Kapal Tipe LPC-65 Buatan Turkiye.

Kunjungi selalu lintaspikiran.com untuk melihat lebih banyak informasi seputar militer.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Scroll to Top