Intip Kecanggihan SISHANUD BUK MB2K Yang Diincar Indonesia

Intip Kecanggihan SISHANUD BUK MB2K Yang Diincar Indonesia

Intip Kecanggihan SISHANUD BUK MB2K Yang Diincar Indonesia, Belarus sudah tawarkan Indonesia Sistem Rudal Buatan Rusia.

Setelah sebelumnya ditawarkan oleh Belarus pada Juni 2025, kini personel TNI AD dari bidang pertahanan udara diberitakan telah menyelesaikan pelatihan Battalion Level Commanders of BUK Air Defense Training di Belarusia.

Baca Juga: Indonesia dirumorkan Beli 33 unit Panser BADAK 6X6 dari PINDAD

Kabar mengejutkan ini tidak datang begitu saja, dimana pada pameran pertahanan Indo Defence 2024 Expo & Forum yang berlangsung dibulan Juni tahun 2025 lalu.

Pihak Belarusia telah menawarkan sistem pertahanan udara BUK-MB2K kepada Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya.

Saat itu, tidak ada kabar lanjutan lagi, yang secara spesifikasi menyebut jika Indonesia bakal mengakuisisi sistem pertahanan udara BUK dari Belarus.

Akan tetapi beberapa bulan kemudian, tepatnya di bulan Desember 2025 kemarin, Indonesia secara resmi menginformasikan jika personil TNI AD bidang Pertahanan Udara telah menyelesaikan pelatihan “Battalion Level Commanders of BUK Air Defense Training” di Belarusia.

Kabar ini tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga dapat menjadi indikasi adanya keseriusan Indonesia dalam menjajaki akuisisi sistem pertahanan udara BUK dari Belarusia.

Meski demikian, hingga saat ini pembahasan Indonesia masih berfokus pada kebutuhan akan sistem pertahanan udara baru yang lebih modern.

Dan belum ada keterangan resmi yang secara spesifik menyebut rencana akuisisi sistem BUK dari Belarusia, termasuk varian BUK yang nantinya akan dipertimbangkan untuk diakuisisi oleh Indonesia.


Jika berkaca pada tawaran Belarus kepada Indonesia dipameran Indo Defence 2024 Expo & Forum, maka ada kemungkinan jika sistem pertahanan udara BUK yang didatangkan oleh Indonesia nantinya, berjenis BUK-MB2K.

Dimana BUK-MB2K merupakan sistem pertahanan udara modern jarak menengah, yang dikembangkan secara mandiri oleh Belarusia, atas lisensi dan dukungan dari Rusia, selaku produsen utama dari sistem pertahanan udara BUK.

Kata kuncinya disini ialah dikembangkan secara mandiri oleh Belarusia, kalimat ini merupakan bentuk penegasan jika sistem pertahanan udara tersebut tidak diproduksi oleh Rusia, dengan kata lain, dapat terhindar dari Sanksi CATSAA Amerika Serikat.

Dimana CATSAA hanya berlaku pada negara Rusia, Iran, dan Korea Utara saja.

Sehingga pembelian sistem pertahanan udara BUK-MB2K dari Belarus, dapat menghindarkan Indonesia dari sanksi CATSAA Amerika Serikat.

Walaupun kita tau, jika sistem pertahanan udara BUK, dikembangkan oleh Rusia.. namun disinilah celah abu-abu dari Sanksi CATSAA.. yang dapat dimanfaatkan oleh banyak negara, untuk membeli peralatan militer rancangan Rusia dan tentu, Amerika Serikat tau akan celah tersebut.


Terlepas dari itu, secara spesifikasi sistem pertahanan udara BUK-MB2K buatan Belarusia ini tergolong sebagai sistem pertahanan udara jarak menengah.

Yang dapat melacak target seukuran pesawat tempur sayap tetap sejauh 110-130 km dan diketinggian berkisar 3.000 meter.

Dikondisi lebih rendah, Sistem Pertahanan Udara ini dapat mendeteksi helikopter yang terbang diketinggian 30 meter, pada jarak 8 Kilometer.

Dan dikondisi kompleksitas tinggi, seperti peperangan elektronik, BUK-MB2K memiliki sistem akuisisi target optoelektronik yang dapat secara pasif mengidentifikasi target langsung hingga jarak 40 kilometer.

Sedangkan untuk jenis rudal yang dibawanya oleh sistem pertahanan udara BUK-MB2K ini, kabarnya juga dikembangkan dan produksi secara mandiri oleh Belarus.

Dimana sistem pertahanan udara BUK-MB2K, menggunakan Rudal jenis 9M318 buatan Belarus, yang memiliki berbobot seberat 815 Kg dan dapat mencegat target yang terbang dengan kecepatan hingga 1.350 meter per detik.

Sementara itu, untuk Jangkauan tembak maksimum, dari rudal jenis 9M318 ini ada diangka 70 km, dan jangkauan minimum-nya sekitar 3 km, Serta dapat mengunci target pada ketinggian antara 15 m hingga 25.000 m, diatas permukaan tanah.

Selain itu sistem pertahanan udara BUK-MB2K ini juga menawarkan mobilitas dan fleksibilitas yang tinggi.

Dengan mengandalkan platform berpenggerak roda 8×8, memungkinkan sistem pertahanan udara tersebut dapat ditempatkan dimana saja dan kapan saja.

Serta, disetiap 1 unit platform Peluncur BUK-MB2K ini, dapat membawa hingga 4 Rudal 9M318.

Jika kedepannya Indonesia jadi mengakuisisi sistem pertahanan udara BUK-MB2K ini dari Belarusia, maka kita akan jadi negara di Asia Tenggara pertama, yang mengadopsi sistem pertahanan udara BUK-MB2K made in Belarus.

Baca Juga: Mengenal Kapal Tipe LPC-65 Buatan Turkiye

Itu dia pembahasan tentang Intip Kecanggihan SISHANUD BUK MB2K Yang Diincar Indonesia.

Kunjungi selalu lintaspikiran.com untuk melihat lebih banyak informasi seputar militer.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Scroll to Top