Bedah Konsep KCR 60 Meter Generasi Baru Buatan PAL Indonesia

Bedah Konsep KCR 60 Meter Generasi Baru Buatan PAL Indonesia

Bedah Konsep KCR 60 Meter Generasi Baru Buatan PAL Indonesia, dirancang untuk pasar domestik dan ekspor, Filipina tertarik?

Di Tahun 2022, PT PAL Indonesia menampilkan sebuah Mock-up, dari Kapal Cepat Rudal Generasi Terbaru, dipameran Exhibition Philippine Marine 2022.

Dimana dalam pameran tersebut, PT PAL Indonesia mencoba untuk menawarkan Filipina Kapal Cepat Rudal ukuran medium generasi terbaru, yang dirancang dengan Arsitektur Desain Terbuka dan dapat mengaplikasikan berbagai jenis rudal anti-kapal, mengikuti kebutuhan konsumen.

Baca Juga: Indonesia Buat Bunker Bawah Tanah Dibawah Pegunungan

Yang mana kita tau, jika Kapal Cepat Rudal ukuran 60 meter Indonesia, dirancang dengan sistem rudal anti-kapal buatan China, seperti sistem Rudal C-704, Rudal C-705, dan sebagainya.

Sementara Filipina, yang memiliki ketegangan diplomatik dengan China atas sengketa laut China Selatan, tentu akan cenderung lebih menggunakan sistem rudal buatan Amerika Serikat dan negara pro AS, termasuk dari Swedia serta Korea Selatan.

Meski begitu, untuk meriam utama pada kapal, ia tetap mempertahankan meriam 57 mm, dengan opsi penggunaan Meriam Bofors MK3 dan A-220M Naval Guns. Yang juga digunakan pada kapal Cepat Rudal Indonesia.

Tidak hanya itu, Kapal ini juga akan dipersenjatai dengan 2 sistem senapan mesin 12.7 mm yang akan dipasangkan dikedua sisi kapal.

Selain itu dibagian belakang kapal juga memiliki Rigid Hull Inflatable Boat, dengan layout sama seperti diKCR Kelas Sampari dan RHIB ini dapat digunakan untuk mendukung operasi cepat-terintegrasi, menindak objek yang melanggar aturan perairan, menetralisir potensi ancaman, dan mengamankan perimeter kapal.

Disamping itu kapal cepat rudal yang ditawarkan oleh PT PAL Indonesia ke Filipina, juga memiliki tampilan visual yang berbeda dengan kelas Sampari, terutama pada bagian Superstructure Kapal.

Dimana pada bagian tersebut, Anjungan Kapal dibuat jadi lebih tinggi dari Kelas Sampari milik Indonesia, tidak sampai disana, area radar pada kapal juga didesain dengan kubah pelindung, untuk menjaga kerahasian jenis Radar hingga melindungi sistem radar dari kontaminasi air laut dan air hujan.

Sementara itu untuk karakteristik kapal, terutama tentang dimensi, bobot kapal, hingga performa kapal.

Diatas kertas, keduanya memiliki spesifikasi yang bisa dikatakan tidak jauh berbeda, Seperti panjang kapal diangka 60 meter, dengan lebar badan kapal untuk kelas Sampari diangka 8.10 meter, dan di Konsep KCR Generasi Terbaru memiliki lebar badan kapal sekitar 8,6 meter.

Sedangkan untuk bobot-nya, keduanya diproyeksikan memiliki bobot sekitar 450 sampai 500 ton.

Disamping itu untuk performa kapal, Pada konsep Kapal Cepat Rudal generasi Terbaru buatan PT PAL Indonesia, dikabarkan akan memiliki kecepatan maksimal ada dikisaran angka 40 Knot, hampir 2x lebih cepat dari Kapal Cepat Rudal kelas Sampari, yang memiliki kecepatan maksimal sekitar 20 sampai 28 Knot.

Selain dirancang dengan kemampuan kombatan modern dan dapat mampu melaju serta bermanuver dikecepatan tinggi, Kapal ini juga didesain untuk memiliki kemampuan peperangan elektronik, guna menetralisir serangan jamming dan melakukan serangan elektronik untuk mengecoh berbagai potensi ancaman yang datang.


Meski konsep KCR generasi terbaru PAL Indonesia ini terdengar sangat menjanjikan, namun sejauh ini konsep kapal tersebut masih menjalani fase pengembangan. Mengingat Filipina sebenarnya sudah tertarik pada konsep KCR 60 Meter Generasi baru Tersebut, akan-tetapi Manila juga telah mengajukan permintaan perubahan ukuran pada konsep Kapal Cepat Rudal terbaru Buatan PT PAL Indonesia, dan meminta agar KCR tersebut dibuat lebih panjang dan memiliki sistem rudal anti-kapal dengan jangkauan lebih luas.

Sementara Indonesia, belakangan cenderung lebih tertarik pada kapal perang berukuran lebih besar, dan ini dapat dilihat melalui program jangka panjang pengadaan kapal OPV ukuran 90 meter, hingga rencana akuisisi kapal Large Patrol Craft 65 meter dari Turkiye.

Pergeseran doktrin ini tentu akan mempengaruhi, cara pandang PAL Indonesia dalam mendevelop kapal perang generasi baru mereka, dan ini yang menjadi ganjalan, sehingga konsep yang kita lihat pada tahun 2022 tersebut, sejauh ini, belum memasuki fase produksi.

Disamping itu, sejauh ini baru Filipina yang tertarik untuk memproduksi secara lokal, Kapal Cepat Rudal Generasi Baru Buatan PT PAL Indonesia, yang mana ini sejalan dengan rencana opsi skema Transfer Of Teknologi, yang kabarnya telah ditawarkan oleh Jakarta ke Manila.

Itu dia pembahasan tentang Bedah Konsep KCR 60 Meter Generasi Baru Buatan PAL Indonesia.

Baca Juga: Jepang Berencana Transfer Kapal Perusak ASAGIRI Untuk Indonesia

Kunjungi selalu lintaspikiran.com untuk melihat lebih banyak informasi seputar teknologi dan inovasi militer.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Scroll to Top