Indonesia Bentuk KOMANDO RUDAL TNI AU Untuk Melindungi Wilayah Udara Nasional

Indonesia Bentuk KOMANDO RUDAL TNI AU Untuk Melindungi Wilayah Udara Nasional

Indonesia Bentuk KOMANDO RUDAL TNI AU Untuk Melindungi Wilayah Udara Nasional, sistem pertahanan udara Rusia ada digambar Workshop Halim.

Pada akhir bulan April lalu, Koops Operasi Udara Nasional Indonesia, menggelar workshop di Jakarta, tepatnya di HALIM, bertemakan “Pembentukan Komando Rudal TNI AU, Guna Menghadapi Perkembangan Perang Modern”

Sehingga dalam workshop tersebut, fokus pembahasan terpusat pada rencana pembentukan Komando Rudal TNI Angkatan Udara.

Baca Juga: Spesifikasi Bayraktar KIZILELMA Calon Pesawat Tempur Nirawak Indonesia

Munculnya rencana pembentukan Komando Rudal TNI Angkatan Udara ini, merupakan respon atas perubahan karakter perang modern saat ini, yang dinilai sangat mengandalkan teknologi tinggi, pengintegrasian sistem, dan kecepatan waktu respon.

Dimana dengan dibentuknya Komando Rudal TNI Angkatan Udara, besar kemungkinan, nantinya setiap unsur pertahanan udara Indonesia akan saling terintegrasi dan terkordinasi dibawah satu jaringan sistem komando khusus.

Sehingga waktu untuk merespon ancaman jadi lebih cepat, terukur, dan meminimalisir terjadinya kegagalan kordinasi dengan satuan rudal wilayah.

serta dengan terpusatnya sistem komando rudal, juga turut semakin merampingkan proses birokrasi operasi dan segala bentuk keputusan dapat diambil dalam hitungan detik.

Selain untuk mempercepat waktu respon dan pengintegrasian sistem pertahanan udara, dalam workshop ini juga menampilkan gambaran terkait beberapa sistem radar dan sistem rudal pertahanan udara baru, yang besar kemungkinan akan segera mendukung satuan pertahanan udara Indonesia, dimasa yang akan datang.

Walaupun dari gambar ini, kita tidak bisa pastikan 100% sebagai sinyal arah pengadaan alat militer kedepannya.

Gambar Alat SISHANUD yang ditampilkan dalam Workshop TNI AU di HALIM.
Gambar Alat SISHANUD yang ditampilkan dalam Workshop TNI AU di HALIM.

Dimana dalam gambar ini terlihat seperti ada sistem:

  • Mobile Engagement Radar jenis Ground Master 400
  • Radar Pengawasan dan Jejak Jarak Jauh jenis AN/FPS-117
  • Sistem pertahanan udara jarak dekat jenis Sistem pertahanan udara S-300
  • Sistem Rudal Balistik Presisi jenis Iskander
  • Sistem Rudal Jenis 3K60 Bal
  • Hingga adapun sistem radar permanen dan sistem komunikasi satelit yang belum dapat diidentifikasikan jenisnya.

Selain mengandalkan banyak jenis radar dan sistem rudal pertahanan udara serta jenis rudal balistik taktis.

Dalam gambar tersebut, terlihat juga ada drone intai dan kombatan jenis Bayrakter TB Series buatan Turki serta beragam model drone kamikaze yang belum dapat teridentifikasi dari data visual tersebut.

Jika dilihat dari sistem radar yang ada pada gambar, terlihat jika komando rudal TNI Angkatan Udara, sangat terfokus pada potensi ancaman dengan karakteristik peperangan beyond visual range, atau potensi ancaman dari luar garis pandang visual langsung.

Yang dalam hal ini dapat diartikan sebagai potensi ancaman dari sistem senjata rudal jelajah, rudal balistik taktis, rudal jelajah lintas benua, pesawat dan helikopter tempur hingga potensi ancaman dari drone militer jarak jauh.

Untuk membaca ancaman sedini mungkin, terdapat sistem radar Ground Master 400, berdaya jangkau sekitar 470 km dan sistem radar jarak jauh sejenis AN/FPS-117 yang teridentifikasi serupa dengan gambar.

Dimana radar jenis ini memiliki jangkauan deteksi target juga sekitar 470 Km.

Itu dia pembahasan tentang Indonesia Bentuk KOMANDO RUDAL TNI AU Untuk Melindungi Wilayah Udara Nasional.

Baca Juga: Indonesia berencana beli MIG-29C dan UB Untuk Skadron Udara Agresor

Kunjungi selalu lintaspikiran.com untuk melihat beragam informasi seputar militer lainnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Scroll to Top